Jokowi Perintahkan Menteri Amankan Stok Bahan Pangan Jelang Puasa

Eko Budhiarto | Jum'at, 24/02/2023 17:34 WIB


Jokowi Perintahkan Menteri Amankan Stok Bahan Pangan Jelang Puasa
  Ilustrasi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo memerintahkan menteri agar dapat menjaga ketersediaan bahan pangan jelang puasa yang akan dimulai pada pekan ketiga Maret 2023.

"Hari ini Bapak Presiden mengumpulkan kita dalam rapat terbatas, terdiri dari Pak Menko, menteri bahkan Kapolri dan unsur-unsur terkait termasuk Bulog. Bapak Presiden secara detil mencoba mengecek satu per satu dari 12 komoditi yang ada," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Jumat (24/2/2023).

Rapat terbatas (ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi itu dihadiri antara lain Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) Arief Prasetyo Adi.

"Mulai dari beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, telur, gula, khususnya dalam rangka ketersediaan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang akan datang," tambah Syahrul.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Syahrul mengatakan Presiden Jokowi memerintahkan semua menteri untuk bersama-sama mengecek "buffer stock" bahan pangan tersebut di lapangan.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Neraca kita sampai dengan Maret Alhamdulillah cukup tersedia dan ini berarti bahwa distribusi logistik harus kita benahi, perbaiki dan kerja sama dengan pemda, para gubernur, para bupati," ungkap Syahrul.

Presiden secara khusus menyoroti ketersediaan beras pada periode Januari - Maret.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Karena ini berkaitan dengan Kementan, akan ada panen raya sekitar 1 juta hektare pada Februari dan Maret ini sehingga `peak` dari panen raya akan terjadi di sekitar bulan ini," tambah Syahrul.

Tidak ketinggalan kerja sama dengan pihak swasta juga harus dilakukan untuk menjaga distribusi pangan.

"Yang lain tentang minyak goreng. Saya tentu tidak dalam kompetensi tetapi minyak goreng ini dilaporkan juga sama, neraca kita cukup tersedia. Mudah-mudahan saat Ramadhan dan Idul Fitri nanti semua bisa berjalan sesuai harapan," ungkap Syarul.

Sedangkan terkait bahan pangan yang masih berasal dari impor seperti daging, Presiden Jokowi memerintahkan agar menteri juga menjaga ketersediaannya.

"Daging importasi, Bapak Presiden betul-betul meminta semua menteri memberikan perhatian yang serius hingga tidak ada hambatan dalam ketersediaan sampai di daerah," kata Syahrul.

Sedangkan Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) Arief Prasetyo Adi mengatakan Presiden secara khusus meminta ketersediaan beras.

"Beliau memang agak keras untuk memastikan stok ada. Pertama beras, dalam satu bulan ke depan kita panen raya maka Bulog diperintahkan langsung untuk siap-siap mulai menaikkan harga gabah kering panen/gabah kering giling supaya Bulog bisa menyerap," kata Arief.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
bahan pangan puasa Joko Widodo