BPS: Inflasi Januari 2023 Lebih Rendah

Budi Wiryawan | Rabu, 01/02/2023 15:45 WIB


Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah dari kelompok makanan dan minuman serta tembakau Ilustrasi inflasi. (FOTO: HO/IST RANGKUL TEMAN)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jika Inflasi pada Januari 2023 mencapai 5,28% secara year on year (yoy) jika dibandingkan pada Januari 2022. Sementara, secara month-to-month (mtm) inflasi mencapai 0,34%.

"Inflasi Januari relatif lebih rendah dari inflasi tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono dalam Rilis Resmi Statistik di Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah dari kelompok makanan dan minuman serta tembakau. Sementara itu, kelompok penyumbang andil deflasi terbesar adalah transportasi.

"Kalau dilihat, komoditas penyumbang inflasi bulanan terbesar dari beras, cabai merah, ikan segar, cabai rawit, dan rokok kretek filter. Itu adalah beberapa komoditas utama penyumbang inflasi pada Januari 2023 secara bulanan," katanya.

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur

Dia menjelaskan, inflasi Januari 2023 secara bulanan untuk keempat komoditas yakni beras, cabai merah, ikan segar, dan cabai rawit tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan lalu.

Baca juga :
Mendes Yandri Tinjau Pameran Potensi Desa di Puncak HUT ke-68 Lombok Barat

"Komoditas penyumbang deflasi terbesar di antaranya adalah tarif angkutan udara, bensin, dan telur ayam ras," katanya.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
BPS Januari 2023 Inflasi