Turkiye Nilai Pembakaran Al-Quran di Swedia Tak Ada Hubungannya dengan Kebebasan Berpendapat

Asrul | Rabu, 25/01/2023 02:02 WIB


Turkiye: Pembakaran Al-Quran di Swedia `tak ada hubungannya dengan kebebasan` Kantor pusat Direktorat Komunikasi Turkiye di Ankara. (Foto file - Anadolu Agency)

TurkiyeKepala Direktorat Komunikasi Turkiye Fahrettin Altun menyebutkan aksi pembakaran Al-Quran di depan Kedutaan Besar Turkiye di Swedia tidak ada hubungannya dengan kebebasan berpendapat.

Ia menganggap, aksi tersebut akan mendorong terjadinya kekerasan terhadap muslim, khususnya umat muslim di Swedia 

"Ada perbedaan besar antara kebebasan berekspresi dan ujaran kebencian. Insiden ini mendorong kekerasan terhadap Muslim, khususnya Muslim di Swedia," kata Altun dalam wawancara dengan harian Swedia Dagens Nyheter.

Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (Garis Keras), di bawah perlindungan polisi dan dengan izin dari pemerintah, membakar Al-Quran di sekitar Kedutaan Besar Turkiye di Stockholm pada Sabtu, yang menuai kecaman secara luas dari dunia Arab dan Islam.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Membandingkan pembakaran Al-Quran dengan Kristallnacht, ketika Nazi melakukan pogrom terhadap Yahudi Jerman pada tahun 1938, Altun mengatakan, "Dalam insiden Kristallnacht, Nazi membakar halaman-halaman Taurat. Akankah otoritas Swedia mendefinisikan hal yang menjijikkan seperti kebebasan berekspresi?" ujarnya. dilansir AA

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Mengingatkan Swedia tentang kesepakatan yang ditandatangani selama KTT NATO Juni tahun lalu untuk mengatasi masalah keamanan Turkiye, Altun mengatakan, "Pemerintah Swedia membuat beberapa komitmen kepada Ankara di Madrid tetapi mereka belum memenuhi janji mereka." tutrurnya.

Soal pembatalan kunjungan Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson ke Turkiye sebagai tanggapan atas izin Swedia terhadap aksi pembakaran Al-Quran, Altun menambahkan, "Tidak ada gunanya bertemu jika Stockholm tidak menanggapi masalah Ankara dengan serius."

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Ditanya apakah pemerintah baru Swedia melakukan upaya yang cukup dalam upayanya untuk bergabung dengan NATO, Altun mengatakan Turkiye "secara tradisional" mendukung perluasan NATO, dan pada prinsipnya tidak menentang masuknya Swedia ke dalam NATO.

"Swedia telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi kekhawatiran Ankara, tetapi saya dapat mengatakan bahwa itu tidak cukup untuk memenuhi semua tuntutan," ujar dia.

Altun menambahkan bahwa Ankara meminta otoritas Swedia untuk menepati janjinya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Turkiye Swedia Pembakaran Al Quran