Parlemen Uni Eropa Serukan Lebih Banyak Sanksi Terhadap Rezim Iran

Yati Maulana | Jum'at, 20/01/2023 15:03 WIB


Parlemen Uni Eropa Serukan Lebih Banyak Sanksi Terhadap Rezim Iran Ruang pleno Parlemen Uni Eropa saat upacara penghormatan kepada mendiang Presiden Parlemen Eropa David Sassoli, di Strasbourg, Prancis, 17 Januari 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Anggota parlemen Eropa mengadopsi resolusi pada hari Kamis yang menyerukan lebih banyak sanksi terhadap semua individu dan entitas Iran yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia dan juga memilih Korps Pengawal Revolusi untuk ditetapkan sebagai entitas teroris.

"Otoritas Iran harus mengakhiri tindakan keras terhadap warganya sendiri, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan Presiden Ebrahim Raisi harus ditambahkan ke daftar sanksi," kata Parlemen Eropa dalam sebuah pernyataan.

Demonstrasi anti-pemerintah meletus di Iran pada bulan September setelah kematian wanita Kurdi Iran Mahsa Amini dalam tahanan, yang telah ditahan oleh polisi moralitas yang menegakkan aturan berpakaian wajib Republik Islam untuk wanita.

"Pengabaian terang-terangan rezim Iran terhadap martabat manusia dan aspirasi demokrasi warganya sendiri serta dukungannya kepada Rusia" memerlukan penyesuaian lebih lanjut dalam posisi UE terhadap Iran ", kata resolusi yang diadopsi.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Iran memperingatkan sebelumnya bahwa Uni Eropa akan "menembak dirinya sendiri" jika menunjuk Korps Pengawal Revolusi sebagai entitas teroris.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Pada hari Rabu, Parlemen Eropa meminta Uni Eropa untuk memasukkan Pengawal Revolusi sebagai organisasi teroris, menyalahkannya atas penindasan pengunjuk rasa domestik dan pasokan drone ke militer Rusia untuk digunakan di Ukraina.

Iran dan kekuatan dunia, termasuk anggota UE Prancis dan Jerman, telah terlibat dalam negosiasi sejak 2021 untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015, dengan diskusi menemui jalan buntu sejak September.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Uni Eropa Sanksi Iran Serukan Tambahan