Pelatihan Sejuta Petani Penyuluh yang Digulirkan Kementan Dirasakan Manfaatnya Petani

Asrul | Selasa, 10/01/2023 22:25 WIB


Pelatihan Sejuta Petani Penyuluh yang Digulirkan Kementan Dirasakan Manfaatnya Petani Ketua Forum Komunikasi (FK) Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), Andi Burhan Badurahman

Jakarta - Pelatihan yang rutin digelar Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan), ditujukan untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian kini tengah dirasakan manfaatnya oleh para petani.

Ketua Forum Komunikasi (FK) Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), Andi Burhan Badurahman menuturkan bahwa BPPSDMP mengetahui betul cara untuk mengajak para petani milenial untuk terjun ke sektor pertanian.

"Tentu petani milenial ini tidak mau berkotor-kotoran, sehingga Kementan melakukan pelatihan-pelatihan semacam smart farming, budidaya dalam green house itu mereka berikan kepada milenial," kata dia.

Menurut Andi, Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Pertanian memberikan manfaat yang sangat besar terutama kepada milenial. Mereka jadi diakui karena mereka sudah mempunyai organisasi yang disebut Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA).

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

"Mereka juga sudah masuk dalam lima pilar pembangunan pertanian di Indonesia versi BPPSDMP, yakni Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perhutani), Ikatan Alumni Magang Jepang (Ikamaja), P4S, dan DPM/DPA. Kalau dulu nggak ada pengakuan," ungkap dia.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Kemudian Ia melanjutkan bahwa dengan pengakuan tersebut mereka makin diperhatikan dari semua lini mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.

"Jadi, itu yang harus disadari teman-teman milenial. Jadi, dampak pelatihan ini sangat luar biasa," ungkap dia.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Andi Burhan juga mengapresiasi Kementan yang getol dalam hal pembiayaan dengan bekerja sama dengan Perbankan untuk menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani, khususnya petani milenial dengan bunga yang rendah.

"Kami dulu untuk minta kredit 6 persen saja ndak pernah dapat. Anak-anak sekarang ini sungguh luar biasa. Waktu zaman saya juga masih muda, kami juga mau diakui sebagai petani milenial nggak ada," tutur dia.

Sebagai informasi, hingga kini Kementan telah berhasil melatih 221.721 petani milenial di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 38.799 orang di antaranya yang sudah mendapatkan KUR dengan total lebih dari Rp 2,2 triliun.

"Alhamdulillah, dua tahun lalu, Bapak Jokowi sudah mengukuhkan 2 ribu petani milenial di seluruh Indonesia. Sekarang, kita sudah menggarap petani milenial di seluruh Indonesia 221.721 orang," kata Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi.

Selanjutnya, dikatakan Dedi, salah satu indikator keberhasilan membangun petani milenial yang profesional, mandiri, modern, dan berjiwa entrepreneurship adalah tingginya serapan dan pemanfaatan KUR."hal itu telah diwujudkan BPPSDMP melalui pelatihan-pelatihan," ucap dia.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo turut mengapresiasi inisiasi penyelenggaraan pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas SDM ini. Menurutnya, pelatihan-pelatihan ini luar biasa dan sangat penting untuk insan pertanian Indonesia.

"Jadi, pelatihan ini sangat luar biasa dalam menghadapi suatu kondisi yang tidak bisa diprediksi, uncontinuous, dan unlinear seperti perubahan iklim dan dampak COVID-19 setelah dua tahun," kata Mentan Syahrul.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kementan BPPSDMP Pelatihan Sejuta Petani Mentan Syahrul