Pengamat: Biaya Transportasi di Indonesia Masih Tinggi

Tim Cek Fakta | Kamis, 05/01/2023 02:07 WIB


Perancis dan Singapura sudah bisa menekan hingga 3 persen, sedangkan China 7 persen. Penumpang KRL. Foto: kaicommuter/katakini.com

JAKARTA – Jumlah uang yang harus dikeluarkan masyarakat Indonesia untuk biaya transportasi masih sangat tinggi, yakni sekitar 32 prosen dari total upah per bulan. Padahal idealnya, berdasarkan penelitian Bank Dunia, biaya transportasi masyarakat maksimal 10 persen dari upah bulanannya.

“Policy Research Working Paper 4440 World Bank, belanja transportasi yang tepat bagi masyarakat adalah maksimal 10 persen dari upah bulanannya. Kajian World Bank itu berdasarkan riset dari negara-negara di Amerika Latin dan negara di Kepulauan Karibia 2007,” kata Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa tengah Djoko Setijowarno kepada katakini.com di Jakarta, Rabu (4/1/2022).

Djoko mengatakan, pemerintah jangan fokus melihat murahnya ongkos naik KRL Jabodetabek. Pemerintah harus melihat bahwa biaya perjalanan atau transoportasi yang harus ditanggung masyarakat masih sangat tinggi.

“Survei Bafan Litbang Perhubungan tahun 2013, ketika ditetapkan tarif KRL Jabodetabek satu harga dan murah, total ongkos transportasi yang dikeluarkan pengguna KRL Jabodetabek masih 32 persen dari pendapatan bulanan,” kata Djoko.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Masih besarnya total ongkos transportasi tersebut salah satunya disumbang akibat biaya perjalanan layanan transportasi dari tempat tinggal ke stasiun (first mile) dan layanan transportasi dari stasiun ke tempat tujuan (last mile) masih tinggi.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

“Sekarang setiap stasiun KRKL yang berada di Jakarta sudah terintegrasi dengan Bus Trans Jakarta dan Jak Lingko. Namun layanan transportasi first mile belum banyak perubahan dan cenderung angkutan ke stasiun makin berkurang jumlahnya.

“Belum ada perbaikan yang berarti, baru ada Bus Trans Pakuan di Bogor dan Bus Tayo di Tangerang. Ciptakanlah transportasi umum seperti di Bogor dan Tangerang untuk di Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Depok, Kab. Tangerang, Kab. Bogor dan Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

“Kita jangan fokus hanya pada tarif KRL Jabodetabek, namun bagaimana kita merancang ongkos transportasi warga bisa kurang dari 10 persen dari pendapatan bulanan. Perancis dan Singapura sudah bisa menekan hingga 3 persen, sedangkan China 7 persen,” imbuh Djoko.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Biaya transportasi KRL Djoko Setijowarno