Anies Bicara Strong Political Will di Bloomberg NEF Summit Bali

Tim Cek Fakta | Sabtu, 12/11/2022 23:39 WIB


Jakarta telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 26% pada 2020, ini bahkan melampaui target penurunan 30% di 2030. Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022 Anies Baswedan bicara di Bloomberg NEF Summite, salah satu side event forum G20, Bal, Sabtu (12/11/2022). Foto: fb anies

JAKARTA – Bakal Calon Presiden (Bacapres) Partai NasDem Anies Baswedan memenuhi undangan sebagai pembicara dalam acara Bloomberg New Energy Finance (NEF) Summit, di Nusa Dua Bali, hari ini, 12 November 2022.

Di salah satu side event di G20 dan B20 ini Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu bertukar pengalaman tentang menghadapi perubahan iklim.

“Sebuah kehormatan diundang sebagai pembicara dalam acara Bloomberg New Energy Finance (NEF) Summit, salah satu side event di G20 dan B20,” ujar Anies dikutif katakini.com dari akun Facebook Anies Baswedan.

Informasi yang baru diunggah sekitar 30 menit lalu itu mendapat 2.683 tanda dengan nyaris 200 komentar dari warganet.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Di forum global tersebut Anies mengaku berbagi pengalaman tentang berbagai upaya yang telah dilakukan di Jakarta selama 2017-2022 dalam menghadapi perubahan iklim.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

“Jakarta telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 26% pada 2020, ini bahkan melampaui target penurunan 30% di 2030,” kata Anies.

Anies menjelaskan, pencapaian luar biasa ini dimungkinkan berkat tiga prinsip yang dia pegang: Pertama, selesaikan dari akar masalahnya, yakni mengubah kota yang tadinya car oriented development menjadi Transit Oriented Development.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Kedua, kolaborasi adalah kunci, “Kami berkolaborasi dengan berbagai organisasi, pemangku kepentingan, dan mengajak warga kota terlibat juga.”

Ketiga, evidence-based policy, yakni pengambilan kebijakan harus selalu berdasarkan pada data dan ilmu pengetahuan.

“Meminta masukan dari para ahlinya, termasuk belajar dari kota/ negara lain di dunia yang juga menghadapi masalah serupa,” tutur Anies.

“Dan yang paling penting, harus ada kemauan politik yang kuat (strong political will) untuk menerjemahkan kebijakan menjadi aksi dan tetap dalam jangkauan kemampuan fiskal kita,” imbuhnya.

Menurutnya, G20 memiliki peran yang menentukan dalam upaya menghadapi krisis iklim. “Maka diperlukan integrasi vertikal antara pemerintah nasional dengan pemerintah-pemerintah lokal. Setiap kebijakan di tingkat lokal harus selaras dengan kebijakan dan target di level nasional,” demikian Anies.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Anies Baswedan Bloomberg NEF Summit G20 Bali