
Petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi serangan rudal Rusia, di Kyiv, Ukraina 10 Oktober 2022. Foto: Reuters
JAKARTA - Sedikitnya 11 orang tewas dan 64 terluka dalam serangan rudal Rusia di seluruh Ukraina pada Senin, kata Layanan Darurat Negara Ukraina. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan pada hari Senin bahwa dia mempersingkat perjalanan ke Afrika setelah serangan rudal Rusia di negaranya.
"Saya terus-menerus berhubungan dengan mitra sejak pagi hari ini untuk mengoordinasikan tanggapan tegas terhadap serangan Rusia. Saya juga mengganggu tur Afrika saya dan segera kembali ke Ukraina," tulisnya di Twitter.
Dikatakan di aplikasi pesan Telegram bahwa empat wilayah tidak memiliki listrik setelah serangan yakni Lviv, Poltava, Sumy, dan Ternopil, dan bahwa pasokan listrik sebagian telah terganggu di bagian lain negara itu.
Rusia menembakkan rudal jelajah ke kota-kota di seluruh Ukraina selama jam sibuk pada Senin pagi, menewaskan warga sipil, dan mematikan listrik dan pemanas. Serangan itu dinyatakan Presiden Vladimir Putin sebagai pembalasan atas serangan Ukraina termasuk di jembatan ke Krimea.
Rudal-rudal itu menghantam persimpangan yang sibuk, taman dan lokasi wisata di pusat pusat kota Kyiv dengan intensitas yang tidak terlihat sejak pasukan Rusia mencoba merebut ibu kota di awal perang. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Lviv, Ternopil dan Zhytomyr di Ukraina barat, Dnipro dan Kremenchuk di Ukraina tengah, Zaporizhzhia di selatan dan Kharkiv di timur.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Putin mengatakan dia telah memerintahkan serangan jarak jauh "besar-besaran" terhadap target energi, komando dan komunikasi Ukraina, menggunakan rudal yang ditembakkan dari udara, laut dan darat, sebagai tanggapan atas apa yang dia sebut sebagai serangan teroris, termasuk ledakan hari Sabtu di jembatan Selat Kerch.
"Rezim Kyiv, dengan tindakannya, telah menempatkan dirinya pada tingkat yang sama dengan organisasi teroris internasional. Dengan kelompok yang paling menjijikkan. Meninggalkan tindakan seperti itu tanpa tanggapan sama sekali tidak mungkin," kata Putin, mengancam akan melakukan lebih banyak serangan di masa depan jika Ukraina menyerang wilayah Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan serangan pada jam-jam sibuk hari Senin sengaja dilakukan untuk membunuh orang serta untuk melumpuhkan jaringan listrik Ukraina. Perdana menterinya mengatakan 11 target infrastruktur utama terkena di delapan wilayah, meninggalkan petak negara tanpa listrik, air, atau pemanas.
Selasa, 21/04/2026