Kekerasan Meningkat, Warga AS Ingin Regulasi Senjata Lebih Ketat

Akhyar Zein | Rabu, 31/08/2022 14:45 WIB


Kekerasan Meningkat, Warga AS Ingin Regulasi Senjata Lebih Ketat Ilustrasi. Seorang demonstran di El Paso saat memprotes kunjungan Presiden Trump (foto: Getty Images/ nytimes.com)

JAKARTA - Menurut survei University of Chicago Harris School of Public Policy bersama Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research, mayoritas atas 71 persen warga Amerika Serikat menginginkan regulasi senjata yang lebih ketat diberlakukan di negara itu.

Mayoritas orang dewasa di AS meyakini kekerasan bersenjata kian meningkat di seluruh negara tersebut dan menginginkan undang-undang (UU) senjata yang lebih ketat.

Survei tersebut melibatkan pula sekitar separuh pendukung Partai Republik, sebagian besar pendukung Partai Demokrat, dan sebagian besar rumah tangga yang memiliki senjata.

Secara keseluruhan, 8 di antara 10 warga AS berpendapat bahwa kekerasan bersenjata semakin meningkat di seluruh negara tersebut. Selain itu, sekitar dua pertiganya mengatakan kekerasan bersenjata semakin meningkat di negara bagian mereka, menurut survei itu.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Survei dilaksanakan pada 28 Juli hingga 1 Agustus, setelah terjadinya serangkaian insiden penembakan massal mematikan serta lonjakan pembunuhan dengan senjata pada 2020 yang meningkatkan perhatian terhadap isu kekerasan bersenjata.

Baca juga :
Lestari Moerdijat Sebut Guru Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
AS Kekerasan bersenjata Regulasi Penembakan massal