Nigeria Minta Google Memblokir Kelompok Terlarang dari YouTube

Yati Maulana | Sabtu, 06/08/2022 12:30 WIB


Nigeria Minta Google Memblokir Kelompok Terlarang dari YouTube Nonton Youtube. (FOTO: ANDROID CENTRAL)

JAKARTA - Nigeria meminta Google untuk memblokir penggunaan saluran YouTube dan streaming langsung oleh kelompok terlarang dan organisasi teroris di negara itu, Menteri Informasi Lai Mohammed mengatakan pada hari Kamis.

Nigeria telah mencari cara untuk mengatur penggunaan media sosial di negara yang berpenduduk terpadat di Afrika. Negara ini adalah rumah bagi jutaan pengguna Internet dan platform seperti YouTube, Twitter, Facebook, dan Tiktok sangat populer. "Saluran dan email YouTube yang berisi nama grup terlarang dan afiliasinya tidak boleh diizinkan di platform Google," kata Mohammed kepada eksekutif Google di Abuja, ibu kota negara itu.

Charles Murito, direktur Afrika sub-Sahara Google untuk urusan pemerintah dan kebijakan publik, dalam sebuah pernyataan mengatakan perusahaan telah memiliki langkah-langkah untuk mengatasi kekhawatiran pemerintah Nigeria.

Langkah-langkah itu termasuk sistem bagi pengguna terlatih untuk menandai konten yang merepotkan, tambahnya. "Kami memiliki tujuan dan sasaran yang sama," kata Murito. "Kami tidak ingin platform kami digunakan untuk tujuan buruk."

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Menteri mengatakan pemerintah sangat prihatin dengan aktivitas online Masyarakat Adat Biafra (IPOB). Pemerintah telah melabeli IPOB, sebuah kelompok yang berkampanye untuk pemisahan wilayah tenggara Nigeria, sebagai "organisasi teroris."

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Kekhawatiran YouTube adalah bagian dari upaya pemerintah, kata menteri, untuk melindungi pengguna Internet Nigeria dari efek berbahaya dari media sosial, terutama menjelang pemilihan presiden tahun depan.

Nigeria menangguhkan Twitter pada Juni 2021 dan memblokir akses ke pengguna setelah raksasa media sosial itu menghapus unggahan dari Presiden Muhammadu Buhari yang mengancam akan menghukum para separatis regional.
Pemerintah mencabut larangan Twitter enam bulan kemudian.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Google Youtube Nigeria Blokir Kelompok Terlarang