Ratusan Warga Tunisia Sambut Pahlawan Ons Jabeur

Akhyar Zein | Sabtu, 16/07/2022 10:43 WIB


Cinta warga Tunisia lebih penting daripada gelar apa pun. Saya harap ini awal untuk kemenangan lebih banyak lagi. Saya bangga menjadi warga Tunisia Warga Tunisa berebut untuk berswa foto dengan Ons Jabeur (foto: thenationalnews.com)

JAKARTA - Walaupun gagal mempersembahkan gelar juara Wimbledon, Ons Jabeur tetap disambut seperti pahlawan oleh ratusan warga Tunisia

Di final Jabeur dipaksa menyerah tiga set oleh Elena Rybakina, namun prestasinya sebagai wanita Arab dan Afrika pertama yang mencapai final Grand Slam membuat popularitasnya melambung tinggi.

Petenis putri berusia 27 tahun itu tampak menikmati cinta yang dia dapatkan dari sesama warga Tunisia.

"Cinta warga Tunisia lebih penting daripada gelar apa pun. Saya harap ini awal untuk kemenangan lebih banyak lagi. Saya bangga menjadi warga Tunisia," kata dia seperti dikutip AFP.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

Dia dielu-elukan oleh kaum perempuan dan anak-anak yang membawa bendera nasional, diiringi musik yang dikeraskan oleh pengeras suara berhiaskan foto Jabeur dan raket tenis.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Setelah melihat spanduk yang mendukung suara `ya` pada referendum konstitusi mendatang, dia mengangguk: "Ya, semuanya mungkin".

Dan dari tribun besar di depan teater nasional di ibu kota Tunisia, dia menjabarkan tujuan karier berikutnya "menjadi nomor satu dunia dan menjuarai (French Open) di Roland Garros".

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII

Bola tenis bertanda tangan dia dilemparkan ke arah massa yang di antaranya cukup beruntung mendapatkannya.

Salah satu dari mereka yang bahagia adalah Mongia Zaag, yang berkata kepada AFP: "Kami datang ke sini untuk bergembira bersama Ons Jabeur".

"Dia membuat kami bahagia. Saya emosional sekali dengan semua yang terjadi (di negara ini), moral rakyat Tunisia tak pernah setinggi ini," tambah Zaag, menyinggung krisis politik di negara itu dan krisis ekonomi global.

Dia menyebut Jabeur "teladan tidak hanya untuk kaum putri Tunisia tetapi juga kaum putra".

Jabeur mengaku ingin "memberikan lebih banyak lagi harapan" kepada anak-anak muda Tunisia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ons Jabeur Wimbledon Grand Slam Tunisia