
Petugas penegak hukum bekerja di lokasi penemuan mayat dalam truk trailer di San Antonio, Texas, AS, 27 Juni 2022. Foto: Reuters
JAKARTA - Jumlah korban tewas migran yang ditemukan di dalam sebuah truk di Texas naik menjadi 50 pada Selasa, kata Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, dalam salah satu insiden penyelundupan manusia paling mematikan baru-baru ini di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.
Para migran yang meninggal ditemukan di dalam sebuah traktor-trailer pada hari Senin di San Antonio, Texas, di mana suhu membengkak ke ketinggian 103 derajat Fahrenheit (39,4 derajat Celcius).
"Saya ingin menyampaikan belasungkawa saya kepada kerabat dari bencana ini," kata Lopez Obrador.
Sekitar 22 warga Meksiko, tujuh warga Guatemala dan dua warga Honduras diidentifikasi di antara korban tewas, kata Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard di Twitter pada Selasa. Tidak ada informasi tentang kewarganegaraan 19 orang lainnya, kata pejabat Meksiko.
Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) mengatakan bahwa divisi Investigasi Keamanan Dalam Negeri sedang melakukan penyelidikan kriminal atas "dugaan peristiwa penyelundupan manusia" berkoordinasi dengan polisi setempat.
Enam belas orang lain yang ditemukan di dalam trailer diangkut ke rumah sakit karena serangan panas dan kelelahan, termasuk empat anak di bawah umur, tetapi tidak ada anak-anak di antara yang tewas, kata Departemen Pemadam Kebakaran San Antonio.
Lopez Obrador pada hari Selasa mengatakan dia akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Washington pada 12 Juli. Dia mengatakan migrasi akan menjadi isu sentral dalam diskusi mereka.
Minggu, 19/04/2026