Imbas Penarikan Mobil Listrik, Saham Toyota dan Subaru Turun

Akhyar Zein | Jum'at, 24/06/2022 11:16 WIB


Imbas Penarikan Mobil Listrik, Saham Toyota dan Subaru Turun  Logo Toyota ( sumber: blackxperience.com)

JAKARTA - Imbas dari kedua pembuat mobil Jepang itu mengumumkan penarikan kendaraan listrik (EV) produksi massal pertama mereka untuk pasar global karena risiko roda bisa lepas, saham Toyota Motor Corp dan Subaru Corp turun pada perdagangan Jumat. 

Penarikan kembali (recalls) oleh Toyota terhadap 2.700 unit SUV bZ4X yang diluncurkan kurang dari dua bulan lalu di Jepang, merupakan kemunduran bagi produsen mobil terbesar di dunia itu berdasarkan penjualan, ketika berusaha untuk mengambil saingan EV yang lebih besar Tesla Inc.

Seorang juru bicara Toyota mengatakan pada Kamis (23/6/2022) tidak setiap model menjadi sasaran penarikan tetapi menolak untuk mengatakan berapa banyak yang telah dibuat secara keseluruhan.

Subaru juga mengatakan menarik sekitar 2.600 unit Solterra, kendaraan listrik pertama yang dikembangkan bersama dengan Toyota, secara global.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Regulator keselamatan Jepang mengatakan tikungan tajam dan pengereman mendadak dapat menyebabkan baut hub kendor, meningkatkan risiko roda terlepas dari kendaraan. Dikatakan tidak mengetahui adanya kecelakaan yang disebabkan oleh cacat tersebut.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Saham Subaru merosot hampir 5,0 persen dan saham Toyota turun 1,6 persen.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Toyota bZ4X saham Penarikan Mobil