Biden Tolak Kritik Bahwa Ia Terlalu Keras kepada "Big Oil"

Akhyar Zein | Rabu, 22/06/2022 14:10 WIB


Biden Tolak Kritik bahwa Ia Terlalu Keras kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden (foto: houstonchronicle.com)

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pada Selasa (21/6), menolak kritik bahwa ia telah bersikap terlalu keras terhadap perusahaan-perusahaan energi (Big Oil) saat harga BBM melonjak tajam memecahkan rekor.

Michael Wirth, Kepala dan CEO Chevron, pada Selasa, mengirim surat melalui email kepada Biden yang berisi keluhan karena Biden telah menjelek-jelekkan produsen dan penyuling minyak, mengingat harga rata-rata BBM secara nasional mencapai hampir $5 per galon.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Biden mengatakan ia hanya memiliki sedikit simpati, dan menegaskan perusahaan energi perlu meningkatkan produksi mereka.

“Saya tidak tahu perasaan mereka akan terluka secepat itu,” gurau Biden, seraya menambahkan “kita seharusnya bisa melakukan sesuatu di mana mereka bisa meningkatkan kapasitas pemurnian (minyak).”

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Biden juga menghadapi kritik dari para ekonom dan sejumlah perusahaan yang menyatakan bahwa pembebasan pajak BBM tidak akan meningkatkan pasokan dan menurunkan harga.

Baca juga :
Lestari Moerdijat Sebut Guru Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

Namun presiden tampaknya tetap bersikukuh untuk mendorong rencana pembebasan pajak BBM, dengan mengatakan “ia baru akan mengambil keputusan sebelum minggu ini berakhir.”

 

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Joe Biden Chevron sedikit simpati pajak BBM