Ryanair Batalkan Syarat Tes Kewarganegaraan Afrika Sebelum Penerbangan

Yati Maulana | Kamis, 16/06/2022 11:45 WIB


Ryanair Batalkan Syarat Tes Kewarganegaraan Afrika Sebelum Penerbangan Maskapai Ryanair batalkan tes kewarganegaraan Afrika Selatan sebelum penerbangan. Foto: Reuters

JAKARTA - Ryanair (RYA.I) mencabut persyaratan bagi penumpang Afrika Selatan untuk membuktikan kewarganegaraan mereka sebelum melakukan perjalanan dengan menyelesaikan tes dalam bahasa Afrikaans, kata Chief Executive Michael O`Leary setelah kebijakan tersebut menimbulkan reaksi di antara orang Afrika Selatan.

Pemerintah Afrika Selatan mengatakan pekan lalu terkejut dengan keputusan maskapai berbiaya rendah untuk memaksa pelancong tujuan Inggris yang memegang paspor negara itu untuk mengikuti tes, menyebut langkah itu sebagai "sistem profil mundur".

Bahasa Afrika dituturkan oleh hanya 12 persen dari 58 juta orang di negara ini dan sering dikaitkan dengan apartheid dan pemerintahan minoritas kulit putih.

"Pemerintah Afrika Selatan telah mengakui bahwa ada masalah dengan sejumlah besar paspor palsu atau Afrika Selatan," kata O`Leary pada konferensi pers di Brussels pada hari Selasa, mengutip lonjakan paspor Afrika Selatan palsu pada rute antara Turki dan Irlandia.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

"Tim kami mengeluarkan tes dalam bahasa Afrikaans dari 12 pertanyaan sederhana seperti apa nama gunung di luar Pretoria? Mereka tidak mengalami kesulitan untuk menyelesaikannya, tetapi kami pikir itu juga tidak tepat. Jadi kami telah mengakhiri tes bahasa Afrikaans, karena itu tidak masuk akal."

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Maskapai Ryanair Tes Kewarganegaraan Afrika Selatan