Kasus Covid Dinilai Stabil, Korea Utara Mencabut Penguncian Wilayahnya

Yati Maulana | Selasa, 31/05/2022 11:05 WIB


Kasus Covid Dinilai Stabil, Korea Utara Mencabut Penguncian Wilayahnya Relawan menyemprotkan disinfektan selama kampanye anti-virus di Pyongyang, Korea Utara dalam gambar yang dirilis oleh Kantor Berita KCNA Korea Utara pada 4 Maret 2020. Foto: Reuters

JAKARTA - Korea Utara mencabut pembatasan pergerakan yang diberlakukan di ibu kota Pyongyang setelah laporan pertama wabah COVID-19 beberapa minggu yang lalu menyebutkan negara yang terisolasi itu situasi virusnya sekarang terkendali.

Korea Utara telah berada dalam pertempuran sengit melawan gelombang COVID yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak menyatakan keadaan darurat dan memberlakukan penguncian nasional bulan ini, memicu kekhawatiran tentang kurangnya vaksin, pasokan medis, dan kekurangan makanan.

Pada hari Minggu, pembatasan telah dicabut, kata kantor berita Jepang Kyodo, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di Beijing.

Seorang juru bicara kementerian unifikasi Korea Selatan yang menangani urusan antar-Korea mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi laporan tersebut, karena media pemerintah Korea Utara belum mengumumkan keputusan tersebut.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Laporan Kyodo muncul tak lama setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memimpin pertemuan politbiro untuk membahas revisi pembatasan anti-epidemi, menilai situasi wabah COVID pertama di negara itu "meningkat."

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Biro Politik memeriksa masalah koordinasi dan penegakan peraturan dan pedoman anti-epidemi secara efektif dan cepat mengingat situasi anti-epidemi yang stabil saat ini," kata media pemerintah Korea Utara, KCNA, Minggu.

Korea Utara melaporkan 100.710 lebih orang menunjukkan gejala demam dan satu kematian tambahan pada Minggu malam, dibandingkan dengan sekitar 390.000 dua minggu lalu, kata KCNA. Korban tewas naik menjadi 70 orang.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Korea Utara belum mengkonfirmasi jumlah total orang yang dites positif virus corona, tampaknya kekurangan pasokan pengujian. Para ahli mengatakan angka yang diumumkan mungkin tidak dilaporkan, dan sulit untuk menilai skala situasi yang sebenarnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Infeksi Covid Korea Utara Kasus Pertama