Rusia Melarang 963 Orang Amerika Masuk Negaranya, Termasuk Biden

Akhyar Zein | Minggu, 22/05/2022 06:45 WIB


Rusia Melarang 963 Orang Amerika Masuk Negaranya, Termasuk Biden Ilustrasi. Kota Moskow (foto: dreamtimes.com)

JAKARTA - Rusia mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka telah melarang 963 warga Amerika memasuki negara itu, termasuk Presiden Joe Biden dan pejabat tinggi lainnya.

Keputusan itu merupakan bagian dari "tindakan pembalasan terhadap sanksi anti-Rusia yang terus menerus dijatuhkan oleh AS," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

Kementerian menerbitkan "daftar berhenti" nasional lengkap, yang mencakup nama-nama yang diumumkan sebelumnya seperti Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, kepala CIA William Burns dan Direktur FBI Christopher Wray.

“Kami menekankan bahwa tindakan bermusuhan Washington, yang menjadi bumerang terhadap AS sendiri, akan terus ditanggapi dengan cara yang sama,” bunyi pernyataan itu.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Dikatakan Rusia telah dipaksa untuk mengambil tindakan balasan yang bertujuan untuk “memaksa rezim AS yang berkuasa, yang berusaha untuk memaksakan `tatanan dunia berbasis aturan` neokolonial di seluruh dunia, untuk mengubah perilakunya dengan mengakui geopolitik baru kenyataan.”

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

“Rusia tidak mencari konfrontasi dan tetap terbuka untuk dialog yang jujur dan saling menghormati, membedakan rakyat Amerika … dari otoritas AS yang memicu Russophobia dan mereka yang melayani mereka,” tambah pernyataan itu.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Amerika Russophobia tindakan pembalasan Joe Biden