Penangkapan Mahasiswa Picu Demonstrasi Terkait Penistaan Agama di Nigeria

akhyar | Minggu, 15/05/2022 16:20 WIB


Penangkapan itu dilakukan setelah pembunuhan seorang mahasiswi Kristen yang dituduh melakukan penistaan agama Peta Nigeria menunjukkan negara bagian Sokoto (sumber: Al Jazeera)

JAKARTA - Ratusan orang di Kota Sokoto, Nigeria berunjuk rasa pada Sabtu (14/5) untuk menentang penangkapan dua mahasiswa. Kantor berita AFP melaporkan demonstrasi tersebut mengutip kesaksian sejumlah warga.

Penangkapan itu dilakukan setelah pembunuhan seorang mahasiswi Kristen yang dituduh melakukan penistaan agama.

Negara terpadat di Afrika itu terbagi rata antara warga Muslim dan Kristen, tapi ketegangan berbasis agama berulang kali terjadi, terutama di bagian utara.

Deborah Samuel, seorang mahasiswi Fakultas Pendidikan Shehu Shagari dirajam hingga tewas pada Kamis (12/5) dan tubuhnya dibakar oleh sekawanan mahasiswa Muslim di kampus itu. Deborah dituduh mengunggah sesuatu di media sosial yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW.

Baca juga :
K3 MPR RI Kaji Pasal 33 UUD 1945, Dorong Ekonomi Berkeadilan

Polisi mengatakan telah melakukan dua penangkapan pasca insiden itu dan telah mulai memburu beberapa tersangka lain yang terlihat dalam video pembunuhan yang tersebar di media sosial itu.

Baca juga :
WHO Desak Negara Cabut Larangan Pembatasan Perjalanan Akibat WHO

Pada Sabtu (14/5) pagi, para pemuda Muslim turun ke jalan-jalan di kota itu, menyalakan api unggun dan menuntut dibebaskannya kedua tersangka.

Pada Sabtu (14/5) siang, Gubernur Sokoto Aminu Waziri Tambuwal mengimbau para demonstran untuk pulang ke rumah. Ia kemudian mengumumkan diberlakukannya jam malam.

Baca juga :
Suhu Global Memanas, PBB Desak Percepatan Aksi Iklim
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
penistaan agama Nigeria Sokoto Muslim turun