GKSB DPR Tegaskan Dorong Perdamaian Rusia-Ukraina

Tim Cek Fakta | Rabu, 02/03/2022 18:41 WIB


Sugeng juga meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk proaktif dalam segera melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan perdamaian kedua negara. Ketua Grup Kerja Sama Antar Parlemen (GKSB) DPR RI - Parlemen Ukraina Sugeng Suparwoto. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta - Ketua Grup Kerja Sama Antar Parlemen (GKSB) DPR RI - Parlemen Ukraina Sugeng Suparwoto menegaskan GKSB DPR RI mendorong segera terjadinya perdamaian antara Rusia dengan Ukraina.

Sugeng juga meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk proaktif dalam segera melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan perdamaian kedua negara karena telah berimplikasi sangat luas terhadap kenaikan harga minyak dunia yang saat ini sudah mencapai 110 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

“Kenaikan harga minyak dunia tersebut pun terasa langsung dampaknya memberatkan daya beli masyarakat Indonesia,” kata Sugeng usai menerima kunjungan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia H.E. Mr. Vasyl Hamianin diskusi perkembangan terkini situasi di Ukraina, yang digelar di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (2/3).

Turut hadir dalam pertemuan itu Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang juga Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

“Perang Rusia dan Ukraina berdampak sangat luas yang sangat terasa implikasinya terhadap Indonesia. Terutama, mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia yang sudah menyentuh 110 dolar per barel dan gas per hari ini yang mencapai 775 dolar per metrik ton yang akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat Indonesia. Sehingga, GKSB DPR RI dengan segera meminta Pemerintah Indonesia proaktif melakukan upaya perdamaian kedua negara,” ujar Sugeng.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Ketua Komisi VII DPR RI ini menyatakan, aspek kemanusiaan jauh lebih penting untuk dikedepankan meski banyak sektor proyek strategis nasional Indonesia yang berasal dari Ukraina maupun juga Rusia.

“Tempuhlah dahulu diplomasi perdamaian Rusia dengan Ukraina. Kita tahu banyak sekali proyek-proyek strategis nasional Indonesia dari Ukraina dan juga Rusia, tetapi terlebih dari nilai-nilai ekonomi ada aspek yang jauh lebih penting yakni aspek-aspek kemanusiaan,” pungkas politisi Partai NasDem itu.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia H.E. Mr. Vasyl Hamianin menginginkan sesegera mungkin terjadi berakhirnya perang antar kedua negara. Vasyl menyatakan Ukraina tidak menginginkan adanya perang dan terkait hal itu Ukraina siap sedia untuk negosiasi dan berdialog.

“Never ever it happened in Ukraine for the whole nation, for the whole parties, for the whole religions, united in one force. From the small kids, adults and to everyone united in the same force. So we are ready to talk, we are open to dialogue,” tutup Vasyl.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Sugeng Suparwoto Damai GKSB DPR Rusia Ukraina