Marcos Inginkan Kehadiran Militer untuk Pertahankan Perairan Laut Cina Selatan

Yati Maulana | Rabu, 16/02/2022 12:50 WIB


Untuk mempertahankan perairannya dalam perselisihan yang telah berlangsung lama dengan China. Ferdinand Marcos Jr, calon presdien Filipina. Foto: Reuters

JAKARTA - Kandidat presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan dia ingin negaranya memiliki kehadiran militer di Laut China Selatan, bukan untuk menembaki kapal-kapal tetapi untuk mempertahankan perairannya dalam perselisihan yang telah berlangsung lama dengan China.

Marcos, putra mendiang otokrat dengan nama yang sama, memimpin dalam jajak pendapat menjelang pemilihan presiden pada 9 Mei dan tampaknya siap untuk menyelesaikan rebranding nama keluarga yanhg berkuasa 36 tahun sebelum pemberontakan "kekuatan rakyat" mengakhiri kekuasaan ayahnya.

Dalam debat kampanye pertama yang disiarkan televisi, dengan hanya empat dari 10 kandidat yang ambil bagian, Marcos melontarkan gagasan untuk mengerahkan kapal angkatan laut atau kapal penjaga pantai di jalur perairan strategis yang disengketakan untuk memungkinkan para nelayan menangkap ikan dengan bebas.

Marcos, 64, mengatakan dia tidak akan memprioritaskan resolusi militer untuk sengketa Laut China Selatan dan akan melanjutkan "pendekatan yang benar" untuk mengejar kebijakan keterlibatan dengan China. "Alasan mengapa saya berbicara tentang menempatkan kehadiran militer di sana adalah agar pemerintah hadir di sana untuk menunjukkan kepada China bahwa kami mempertahankan apa yang kami anggap perairan teritorial kami," kata Marcos.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Upaya tegas China atas klaimnya di Laut China Selatan telah menarik keluhan berulang kali dari Filipina, Malaysia, Vietnam, Brunei, dan Taiwan, yang semuanya memiliki klaim yang saling bersaing. Amerika Serikat juga berulang kali mengutuk kebijakan China.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Pengadilan internasional pada tahun 2016 membatalkan klaim China atas hampir semua Laut China Selatan yang kaya sumber daya, yang juga merupakan rute perdagangan utama, tetapi Beijing tidak mengakui keputusan tersebut.

Marcos menggambarkan hubungan Filipina dengan sekutu perjanjian pertahanan lama Amerika Serikat sebagai hubungan khusus dan "sangat penting". Dia juga menambahkan bahwa ia harus "menjalani garis yang sangat, sangat tipis" antara China dan Amerika Serikat.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Marcos berhadapan dengan tiga pesaing lainnya dalam debat tersebut. Ada 10 kandidat secara total, tetapi hanya empat pesaing utama, kandidat lainnya tidak ada yang hadir.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Calon Presiden Filipina Ferdinand Marcos Pertahankan Perairan