PBB: Sedikitnya 1.500 Korban Tewas di Myanmar dan 8.800 Ditahan

Yati Maulana | Selasa, 01/02/2022 20:33 WIB


Setidaknya 11.787 orang ditahan secara tidak sah di Myanmar selama setahun masa kudeta. Para pengunjuk rasa terlihat di Hledan, Yangon di Myanmar pada 17 Februari 2021. (Foto: BBC)

JAKARTA - Sedikitnya 1.500 orang diketahui tewas dalam protes selama setahun menentang kudeta di Myanmar, dengan ribuan lainnya kemungkinan tewas dalam konflik bersenjata, kata kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pada Selasa 1 Februari 2022.

Setidaknya 11.787 orang ditahan secara tidak sah di Myanmar pada periode itu, termasuk 8.792 yang masih ditahan, kata juru bicara hak asasi manusia PBB Ravina Shamdasani yang dikutip Reuters.

Junta yang berkuasa di Myanmar telah membantah perkiraan sebelumnya tentang jumlah korban tewas yang dibuat oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Shamdasani mengumumkan angka-angka untuk penahanan sewenang-wenang pada briefing PBB di Jenewa, menambahkan: "Ini untuk menyuarakan penentangan mereka terhadap militer, baik dalam protes damai atau bahkan melalui aktivitas online."

Baca juga :
Pekan Ini, IHSG dan Kapitalisasi Pasar Melesat Kuat

"Kami telah mendokumentasikan 1.500 orang yang terbunuh, tetapi ini hanya dalam konteks protes," katanya, menambahkan bahwa mereka termasuk 200 "yang tewas karena penyiksaan dalam tahanan militer."

Baca juga :
Pelatih Madura United Beberkan Kunci Kemenangan atas Persebaya

"Ini 1.500 tidak termasuk orang yang tewas akibat konflik bersenjata. Kami memahami bahwa jumlahnya ribuan," kata Shamdasani.

Baca juga :
RI Berbelasungkawa atas Gugurnya Tentara Prancis di Lebanon: Hormati Gencatan Senjata
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kudeta Myanmar Korban Tewas Aktivis Ditahan