Drama Novak Djokovic Bikin `Bete` Petenis Lain

Akhyar Zein | Sabtu, 15/01/2022 20:24 WIB


Juara bertahan tunggal putri Australia Terbuka Naomi Osaka mengatakan situasi Djokovic diputuskan oleh pemerintah, bukan para pemain. Petenis asal Serbia, Novak Djokovic (foto: catchmeup.id)

JAKARTA - Drama Novak Djokovic yang dianggap mengeruhkan turnamen kelas Grand Slam pertama tahun ini bikin `bete" sejumlah petenis papan atas di turnamen Asia Terbuka dan ingin perhatian dialihkan kembali ke tenis.

Berita upaya petenis nomor satu dunia itu untuk berlaga di Melbourne Park di tengah upaya pemerintah Australia untuk mendeportasi Djokovic setelah membatalkan visanya dua kali mendominasi hari-hari menjelang turnamen.

Djokovic, yang meragukan vaksinasi, membuat masyarakat Australia meradang ketika dia mengumumkan bahwa dia terbang ke Melbourne dengan pengecualian medis dari aturan wajib vaksinasi Covid-19 bagi para pengunjung.

“Saya tidak akan berbohong. Hal itu muncul di setiap pemberitaan selama beberapa minggu terakhir," kata petenis unggulan keempat dalam Australia Terbuka asal Yunani Stefanos Tsitsipas.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan sejumlah wartawan di Melbourne Park, dua hari sebelum turnamen dibuka pada Senin (17/1), seperti dikutip oleh Reuters.

Baca juga :
Lestari Moerdijat Sebut Guru Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

“Tidak banyak pembicaraan mengenai tenis dalam beberapa pekan terakhir, ini menyebalkan.”

Upaya Djokovic untuk mempertahankan gelar juara dan menyabet rekor 21 kali mengikuti turnamen Grand Slam, tanpa divaksinasi membuat marah masyarakat Australia, apalagi di tengah merebaknya varian omicron. Namun, kasus itu menjadikan Djokovic pahlawan gerakan antivaksinasi.

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur

Setelah visanya dibatalkan untuk kedua kali pada Jumat (14/1), petenis asal Serbia itu harus kembali berjuang untuk membatalkan putusan itu dalam sidang pada Minggu (16/1).

“Situasi ini mencuri perhatian dari kami para kompetitor,” kata petenis nomor satu Australia dan unggulan ke-32, Alex de Minaur kepada para wartawan.

“Rasanya seperti mencuri dari kami yang ingin memulai (turnamen). Kami hanya ingin segera dimulai dan bertanding.”

“Sejujurnya, saya sudah siap melupakan hal ini dan fokus kepada pertandingan tenis saya. Biar permainan tenis saya yang berbicara.”

De Minaur menolak mengkritik Djokovic. Namun, dia mengatakan keputusan Djokovic untuk tidak divaksinasi bertentangan dengan apa yang wajib dilakukan oleh warga Australia.

Australia menjadi di antara negara di dunia yang mengalami penguncian wilayah atau lockdown terlama. Angka vaksinasi di antara orang dewasa di negara itu mencapai 90 persen.

Juara bertahan tunggal putri Australia Terbuka Naomi Osaka mengatakan situasi Djokovic diputuskan oleh pemerintah, bukan para pemain.

Namun, dia mengungkapkan simpatinya kepada petenis Serbia itu. Apalagi, Naomi pernah mengalami situasi yang tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian setelah mundur dari Prancis Terbuka menyusul pertikaian dengan pihak penyelenggara mengenai kewajiban berbicara kepada media.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Novak Djokovic Australia Terbuka vaksinasi