CEO Moderna Sebut Varian Omnicron Sama Halnya Lawan Varian Delta

Asrul | Selasa, 30/11/2021 14:22 WIB


Pernyataan CEO Moderna, Stéphane Bancel pada Selasa (30/11), memicu penurunan harga minyak mentah berjangka lebih dari satu dolar, dan mata uang Australia mencapai level terendah dalam setahun. Vaksin produksi perusahaan bioteknologi AS, Moderna

Jakarta - Produsen vaksin Moderna memperingatkan bahwa vaksin Covid-19 yang ada saat ini, tidak akan bekerja efektif terhadap virus corona varian Omicron, seperti halnya melawan versi Delta.

Pernyataan CEO Moderna, Stéphane Bancel pada Selasa (30/11), memicu penurunan harga minyak mentah berjangka lebih dari satu dolar, dan mata uang Australia mencapai level terendah dalam setahun.

Komentar Bancel juga menyebabkan kekhawatiran pada resistensi vaksin, yang dapat menyebabkan lebih banyak penyakit dan rawat inap, juga memperpanjang pandemi.

"Tidak ada vaksin yang (efektivitasnya) berada pada tingkat yang sama dengan Delta," kata Bancel dikutip dari Reuters.

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur

"Saya pikir akan terjadi penurunan. Saya tidak tahu berapa banyak karena kita perlu menunggu datanya. Tetapi semua ilmuwan yang saya ajak berbicara bilang `ini tidak akan baik-baik saja`," ungkap dia.

Baca juga :
Mendes Yandri Tinjau Pameran Potensi Desa di Puncak HUT ke-68 Lombok Barat

Omicron yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membawa risiko lonjakan infeksi sangat tinggi, memicu alarm global. Penutupan perbatasan kini kembali mengemuka di tengah pemulihan ekonomi pasca dunia terpuruk akibat pandemi dua tahun terakhir.

Berita kemunculan varian ini menghapus sekitar US$2 triliun dari nilai saham global pada Jumat pekan lalu, meskipun beberapa ketenangan dipulihkan minggu ini karena investor menunggu lebih banyak data tentang karakteristik Omicron.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

Pernyataan Presiden Joe Biden bahwa Amerika Serikat tidak akan memberlakukan kembali penguncian, juga telah membantu menenangkan pasar sebelum komentar dari kepala Moderna menakuti investor.

Biden menyerukan vaksinasi yang lebih luas, sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mendesak semua orang berusia 18 tahun ke atas untuk mendapatkan suntikan booster. Inggris juga telah memperluas program pendorong Covid-19 di tengah kekhawatiran Omicron.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
CEO Moderna Stephane Bancel Varian Omnicron Virus Covid 19