Asosiasi Ragukan Surel Milik Petenis Peng Shuai

Asrul | Kamis, 18/11/2021 15:02 WIB


Ketua Asosiasi Tenis Wanita (WTA), Steve Simon, meragukan surat elektronik (surel) yang dirilis oleh media pemerintah China, yang dikaitkan dengan pemain tenis Peng Shuai. Petenis Peng Shuai (Foto: BBC)

katakini.com - Ketua Asosiasi Tenis Wanita (WTA), Steve Simon, meragukan surat elektronik (surel) yang dirilis oleh media pemerintah China, yang dikaitkan dengan pemain tenis Peng Shuai.

Bintang tenis itu belum terdengar kabarnya, sejak dia melontarkan tuduhan penyerangan seksual terhadap seorang pejabat tinggi China dua minggu lalu.

Dalam email itu, Peng konon mengatakan tuduhan itu "tidak benar". Dan Steve Simon mengatakan pesan itu meningkatkan kekhawatirannya tentang keselamatan Peng.

"Saya sulit percaya bahwa Peng Shuai benar-benar menulis email yang kami terima atau percaya apa yang dikaitkan dengannya," ujar dia dikutip dari BBC pada Kamis (18/11).

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Dikatakan bahwa email tersebut mengklaim bahwa dia tidak hilang dan masih aman. "Saya baru saja beristirahat di rumah dan semuanya baik-baik saja," tulis dia.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Banyak tanggapan di media sosial meragukan keasliannya, termasuk kursor pengetikan tampak terlihat di tangkapan layar email yang diterbitkan oleh CGTN.

Peng, mantan pemain ganda tenis peringkat satu, tidak pernah terdengar kabarnya sejak memposting tuduhan tentang mantan Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli di situs media sosial China Weibo pada awal November.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Dia mengaku dipaksa melakukan hubungan seksual dengan Zhang, yang menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri China antara 2013 dan 2018, dan merupakan sekutu dekat pemimpin China Xi Jinping. Dia belum terlihat atau terdengar dari publik sejak itu.

Awal pekan ini, petenis putra nomor satu dunia Novak Djokovic berharap Peng baik-baik saja. Sementara itu Naomi Osaka menyuarakan keprihatinan tentang keberadaan Peng.

"WTA dan seluruh dunia membutuhkan bukti independen dan dapat diverifikasi bahwa dia aman," tegas Steve Simon.

Dia juga menegaskan bahwa tuduhan penyerangan seksualnya harus diselidiki "dengan transparansi penuh dan tanpa sensor".

"Suara-suara perempuan perlu didengar dan dihormati, tidak disensor atau didikte," tambahnya.

Peng adalah tokoh terkemuka dalam tenis China. Dia telah memenangkan dua Grand Slam di Wimbledon pada 2013 dan Prancis Terbuka 2014, keduanya bersama atlet Taiwan Hsieh Su-wei.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Peng Shuai Petenis China Kekerasan Seksual Konspirasi