Setelah Transisi, Burhan Bilang Tak akan Jadi Bagian dari Pemerintah Sudan

Asrul | Senin, 08/11/2021 16:17 WIB


Al-Burhan juga membantah tentara bertanggung jawab atas kematian pengunjuk rasa. Panglima militer Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan. M.AAWSAT.COM

Katakini.com - Panglima militer Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam pemerintahan mana pun yang datang setelah masa transisi.

Dia juga membantah bahwa tentara bertanggung jawab atas kematian para pengunjuk rasa yang berunjuk rasa menentang pengambilalihan militer.

Protes anti-kudeta nasional telah terjadi sejak perebutan kekuasaan 25 Oktober oleh tentara, tetapi telah dipenuhi dengan tindakan keras yang mematikan. Setidaknya 14 demonstran telah tewas dan sekitar 300 terluka, menurut Komite Pusat independen Dokter Sudan.

"Ini adalah janji kami. Janji yang kami buat untuk diri kami sendiri, rakyat Sudan, dan komunitas internasional bahwa kami berkomitmen untuk menyelesaikan transisi demokrasi, mengadakan pemilihan tepat waktu, dan berkomitmen untuk tidak menghentikan aktivitas politik apa pun selama berlangsung damai dan dalam batas-batas deklarasi konstitusional dan bagian-bagian yang belum ditangguhkan," kata al-Burhan dalam komentar yang disiarkan pada hari Minggu (7/11).

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

"Kami berkomitmen untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil dengan kompetensi nasional dan kami berjanji untuk menjaga transisi dari campur tangan apa pun yang dapat menghalanginya,"lanjutnya.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Burhan juga membantah tentara bertanggung jawab atas kematian pengunjuk rasa. "Tentara Sudan tidak membunuh warga, dan ada komite investigasi untuk mengungkap apa yang terjadi," katanya.

Wawancara itu disiarkan ketika demonstrasi anti-kudeta berlanjut di ibu kota, Khartoum dan beberapa kota lain, meningkatkan tekanan terhadap militer di tengah krisis politik yang berkelanjutan.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Puluhan guru berunjuk rasa melawan tentara di luar kementerian pendidikan di Khartoum. Menurut serikat guru, setidaknya 80 pengunjuk rasa ditangkap di Khartoum pada Minggu. Tidak ada laporan korban jiwa.h tetapi pejabat kunci masih ditahan. (Aljazeera)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Sudan Abdel Fattah al Burhan