Desak Pemulihan Pemerintah Sudan, Arab Saudi, UEA, AS, dan Inggris Bersatu

Asrul | Kamis, 04/11/2021 07:48 WIB


AS telah memimpin kecaman atas pengambilalihan kekuasaan oleh militer pekan lalu yang mengganggu transisi rapuh menuju demokrasi di mana kekuasaan dibagi dengan pemerintah sipil. Para pengunjuk rasa memegang bendera dan meneriakkan slogan-slogan saat mereka berbaris menentang perebutan kekuasaan baru-baru ini oleh militer Sudan di Khartoum. (Berkas/Reuters)

Katakini.com - Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat (AS) dan Inggris mendesak pemulihan pemerintahan sipil di Sudan Rabu (3/11) waktu setempat.

"Kami menyerukan pemulihan penuh dan segera dari pemerintah dan lembaga transisi yang dipimpin sipil," kata pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS, dikutip dari Arab News.

"Kami mendorong pembebasan semua yang ditahan sehubungan dengan peristiwa baru-baru ini dan pencabutan keadaan darurat," kata pernyataan itu.

"Kekerasan tidak memiliki tempat di Sudan baru, pada titik ini kami mendorong dialog yang efektif antara semua pihak, dan kami mendesak semua untuk memastikan bahwa perdamaian dan keamanan bagi rakyat Sudan adalah prioritas utama," sambungnya.

Baca juga :
Lima Saham Top Gainers Pekan Ini

AS telah memimpin kecaman atas pengambilalihan kekuasaan oleh militer pekan lalu yang mengganggu transisi rapuh menuju demokrasi di mana kekuasaan dibagi dengan pemerintah sipil.

Baca juga :
Pekan Ini, IHSG dan Kapitalisasi Pasar Melesat Kuat
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Arab Saudi Amerika Serikat Inggris Pemulihan Pemerintah Sudan