Kementan Dorong Pemangku Adat Kembangkan Hutan

Asrul | Rabu, 03/11/2021 16:32 WIB


Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, meminta agar lahan hutan dijadikan kawasan agrowisata. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Barat, Rabu 3 November 2021. (foto: Humas Kementan)

Bandung, Katakini.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, meminta agar lahan hutan dijadikan kawasan agrowisata di Jawa Barat. Tujuannya, untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kekuatan indigenous culture (budaya daerah) di Jawa Barat. 

"Hari ini pemangku adat (Sunda) akan turun tangan untuk memperkuat ketahanan pangan yang ada di Indonesia menghadapi cuaca ekstrem, la-nina, banjir, dan kelebihan air yang ada," kata Syahrul, Jawa Barat, Rabu (3/10).

Syahrul mengatakan, akan memberikan dukungan melalui beberapa subsektor pertanian, terutama menghadapi anomali cuaca yang ekstrim agar dapat termanfaatkan oleh para petani dengan dukungan pemangku adat.

"Kementan akan melakukan backup yang semaksimal mungkin agar minimal mengedukasi mereka untuk siap menghadapi tantangan cuaca yang ada. Saya senang hampir semua pemangku adat turun tangan, tentu akan bersama sama dengan dinas pertanian yang ada" terang Mentan.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Untuk menjaga produktivitas pertanian dan keberlangsungan pertanian, Syahrul juga mengajak mayarakat agar mengikuti pelatihan dan  memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR).

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Agar produktivitas pertanian tetap bisa terjaga dengan baik. Tentu saja kita sudah sediakan KUR dan pelatihan," ujarnya.

Di tempat tersebut, Syahrul juga sempat melontarkan sebuah idiom `hibridasi pertanian`, menyatukan potensi budaya lokalitas dengan semangat untuk pertanian Indonesia.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Hibridasi, menyesuaikan antara budaya adat dan kebiasaan masyarakat setempat, disatukan dengan semangat untuk mempersiapkan pangan kehidupan Indonesia melalui pertanian. Pertanian adalah modal alam yang sudah tuhan berikan tinggal kita bagaimana bersemangat dan berkonsepsi secara bersama." terangnya.

Pada kunjungan ini, Syahrul juga berkesempatan menanam tanaman hias Hoya. Tanaman yang merupakan tumbuhan tropis dalam keluarga dogbane, apocynaceae. Jika sudah tumbuh subur, daunya akan menjuntai indah, dan memiliki bunga yang berwarna-warni.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Barisan Olot Masyarakat Adat Sunda, Eka Santosa, menyampaikan kesediaannya untuk dilakukan pengembangan agrowisata di daerahnya.

"Membuka di lahan ini, membutuhkan pekerjaan 20 tahun yang awalnya hutan, diubah untuk diberdayakan menjadi kawasan. Kami mendukung Pak Menteri agar kawasan ini menjadi sumber kekuatan pertanian," kata Eka.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Lahan Hutan Agrowisata Kementerian Pertanian