Venezuela Buka Kembali Perbatasan Dengan Kolombia

Akhyar Zein | Selasa, 05/10/2021 20:01 WIB


Kontainer yang menghalangi jalan di jembatan Simon Bolivar antara Cucuta, Kolombia dan San Antonio del Tachira, Venezuela dipindahkan sebelum penyeberangan dibuka kembali, seperti yang terlihat dari Cucuta, Kolombia 4 Oktober 2021. (foto: REUTERS)

Katakini.com,- Pemerintah Venezuela mengumumkan pembukaan kembali perbatasan dengan Kolombia untuk perdagangan mulai Selasa.

"Mulai besok, kami akan membuka perdagangan antar negara kami," kata Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez Senin dalam sebuah pidato di televisi pemerintah.

Kontainer yang menghalangi sirkulasi di perlintasan utama disingkirkan Senin.

"Seperti yang dijanjikan! Atas instruksi Presiden Nicolas Maduro, hari ini kami mulai memindahkan kontainer yang ada di jembatan, dan kami memulai pembukaan komersial perbatasan secara bertahap dan aman melalui Kolombia,” kata Freddy Bernal, perwakilan pemerintah Venezuela di negara bagian perbatasan Tachira.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Perbatasan ditutup pada 2019 setelah pemerintah Kolombia berusaha membawa bantuan kemanusiaan ke Venezuela.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Pemerintah pada saat itu mengatakan bantuan adalah bagian dari plot yang didukung oleh Amerika Serikat untuk menggulingkan Presiden Maduro.

Maduro mengatakan staf diplomatik Kolombia harus meninggalkan negara itu setelah Presiden yang mengklaim diri sendiri Juan Guaido membawa bantuan kemanusiaan ke negara itu.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Sejak itu, Venezuela memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia.

Setelah pembukaan kembali perbatasan diumumkan, Menteri Pertahanan Kolombia Diego Molano memerintahkan peningkatan kehadiran militer di sepanjang perbatasan dengan Venezuela.

Pihak berwenang Kolombia menuduh Venezuela menyembunyikan mantan pemberontak FARC yang memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian damai yang ditandatangani dengan pemerintah pada 2016.

Sementara pemerintah Venezuela mengatakan bahwa di ada kelompok kriminal serta perdagangan narkoba di Kolombia.

"Tetapi terlepas dari kekerasan yang direncanakan terhadap tanah air kami, Presiden Maduro, selalu memikirkan rakyat kami, memikirkan persaudaraan dan kerja sama ... telah mengambil keputusan untuk membuka perbatasan komersial dua negara," kata Rodriguez.

Kolombia menampung sekitar 1,8 juta migran Venezuela, banyak di antaranya telah melintasi perbatasan melalui jalur ilegal yang dikendalikan oleh kelompok kriminal.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
perbatasan perdagangan kontainer Maduro Venezuela