
Pemimpin Australia Scott Morrison menggambarkan Aukus sebagai "kemitraan selamanya" yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan regional. Foto: BBC
SYDNEY - Dengan menandatangani pakta Aukus minggu lalu, Australia mengirim pesan kuat bahwa mereka memihak AS atas China.
Kesepakatan keamanan dengan AS dan Inggris memberi Australia peningkatan pertahanan yang besar dari militer paling kuat di dunia.
Tapi itu adalah hadiah dengan ikatan. Dan ada perdebatan apakah keputusan seperti itu - yang dibuat tanpa konsultasi publik - akan berperan dalam kepentingan nasional Australia.
China telah membangun angkatan laut terbesar di dunia dan menjadi semakin tegas atas wilayah yang diperebutkan seperti Laut China Selatan.
Dilansir dari BBC, Australia telah lama menyatakan tidak memilih di antara dua kekuatan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir sikapnya terhadap Beijing telah mengeras.
Hal tersebut disebabkan karena China telah dicurigai ikut campur dalam politik Australia dan serangan dunia maya terhadap lembaga-lembaga utama.
Ketegangan semakin meningkat tahun lalu ketika Australia menyerukan penyelidikan tentang asal-usul virus corona. Serangkaian sanksi China terhadap ekspor Australia menyusul.
"Apa yang terjadi adalah kesadaran awal bahwa semua hal yang telah berlangsung ini tidak jinak," kata John Blaxland, seorang profesor keamanan internasional di Australian National University.
"Kami berbicara tentang negara yang secara mengejutkan menjadi bermusuhan." lanjut John.
Minggu, 19/04/2026