Grab

Grab Alami Kerugian Sebesar $815 US Dollar di Kuartal Kedua Tahun 2021

| Selasa, 14/09/2021 13:01 WIB


Raksasa transportasi online Grab mencatat kerugian bersih sebesar US$815 juta pada kuartal kedua tahun 2021 Logo Grab ditampilkan di Money 20/20 Asia Fintech Trade Show di Singapura pada 21 Maret 2019. Foto: CNA

SINGAPURA - Raksasa transportasi online Grab alami kerugian bersih sebesar US$815 juta pada kuartal kedua tahun 2021, naik dari US$718 juta pada periode yang sama tahun lalu. 

Pendapatan tumbuh 132 persen tahun-ke-tahun menjadi US$180 juta, kata perusahaan itu dalam rilis berita saat melaporkan hasil Q2 pada Selasa (14 September).

Grab mengatakan total nilai barang dagangan bruto (GMV) triwulanan, metrik yang digunakan untuk mengukur volume transaksi, melonjak 62 persen ke rekor US$3,9 miliar.

GMV untuk pengiriman tumbuh 58 persen menjadi US$2,1 miliar, mewakili 53 persen dari total GMV. GMV untuk mobilitas naik 93 persen menjadi US$685 juta.

Baca juga :
Indonesia dan Inggris Luncurkan Dokumen Panduan Dekarbonisasi Sektor Maritim

Dikutip dari CNA, Merchant GrabFood terdaftar meningkat lebih dari dua kali lipat year-on-year di Q2 2021, dibandingkan dengan periode yang sama di 2020. Merchant GrabPay terdaftar hampir tiga kali lipat. 

Baca juga :
Bisa Jadi Pelajaran Pejabat, Ini Kisah Firaun Saat Kekuasaan Justru Menghancurkan

Perusahaan mengatakan segmen layanan keuangannya mencapai "kuartal rekor lain" untuk Total Volume Pembayaran sebesar US$2,9 miliar, meningkat 66 persen dari Q2 2020. 

Baca juga :
FGD BP MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Grab Bisnis Grabfood