Peluang Kendaraan Listrik di ASEAN

Akhyar Zein | Jum'at, 20/08/2021 05:20 WIB


Dibutuhkan investasi besar untuk mengubah pembangkit listrik menjadi teknologi yang lebih ramah lingkungan dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Sepeda motor listrik (foto: Otosia.com)

Jakarta, Katakini.com,- ASEAN Centre for Energy melihat peluang berkembangnya kendaraan listrik di kawasan ASEAN mengingat banyaknya jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan di masa mendatang.

Direktur Eksekutif ASEAN Centre for Energy Nuki Agya Utama mengatakan kendaraan listrik sebagai salah satu solusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca juga mungkin dapat tercapai.

“Dengan syarat sektor listrik dapat atau mencoba untuk pindah dari teknologi saat ini menjadi yang lebih bersih,” ungkap Nuki dalam konferensi pers daring, Kamis.

Berdasarkan hasil kajian ASEAN Centre for Energy, batu bara diproyeksikan masih menjadi sumber energi yang penting di kawasan ASEAN hingga 2040.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Namun, kata Nuki, dominansi bahan bakar fosil akan berubah, salah satunya dengan peningkatan kinerja efisiensi energi.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Nuki mengapresiasi upaya negara anggota ASEAN untuk menutup pembangkit listrik tenaga batu bara dengan teknologi tertentu sebagai langkah maju menuju energi yang lebih bersih.

“Jika kendaraan listrik menjadi salah satu transportasi utama di wilayah ini, saya pikir lebih mudah untuk mempercepat sektor listrik terpusat daripada mengubah mobil individu menjadi lebih bersih,” kata Nuki.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

Namun, menurut Nuki, dibutuhkan investasi besar untuk mengubah pembangkit listrik menjadi teknologi yang lebih ramah lingkungan dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.

Sementara, Penasihat Kerja Sama Pengembangan Kedutaan Jerman-ASEAN Oliver Hoppe juga optimis dengan bisnis kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Oliver mengatakan apabila diimplementasikan dengan baik pasti akan menurunkan gas emisi.

“Ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi, tentu saja diperlukan agar listrik untuk kendaraan listrik berasal dari energi terbarukan,” kata Oliver dalam konferensi pers yang sama.

Oliver sekaligus mengingatkan soal penyediaan infrastruktur yang memadai, seperti stasiun pengisian (charging station) yang cukup.

Menurut pandangan Oliver, negara-negara ASEAN memiliki hal-hal yang dibutuhkan bagi berkembangnya industri kendaraan listrik.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
ASEAN kendaraan listrik bahan bakar fosil