Rusia Kembangkan Rudal Hipersonik Sebagai Tanggapan Langkah AS dan NATO

Akhyar Zein | Rabu, 21/07/2021 14:40 WIB


Peskov mengatakan selama beberapa dekade terakhir, Rusia menyaksikan penghancuran bertahap dari perjanjian yang menjadi dasar kontrol senjata internasional. Rudal mini hipersonik baru Rusia sedang dikembangkan untuk diluncurkan dari pembom supersonik Tu-22M3 (foto: Dok. Tupolev Via The Sun/ kompas.com)

Moskow, Katakini.com- Rusia sedang mengembangkan rudal hipersonik sebagai tanggapan atas langkah-langkah AS dan NATO yang merusak keseimbangan militer dengan Moskow.

"Langkah-langkah ini termasuk keputusan untuk meninggalkanPerjanjian Rudal Anti-Balistik (perjanjian ABM), yang ditandatangani antara AS dan Uni Soviet pada 1972, dan penyebaran infrastruktur rudal balistik di Eropa dekat dengan perbatasan Rusia," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Selasa.

Dalam konferensi pers di Moskow, Peskov mengatakan selama beberapa dekade terakhir, Rusia menyaksikan penghancuran bertahap dari perjanjian yang menjadi dasar kontrol senjata internasional.

“Kami juga menghadapi langkah-langkah tertentu dari AS dan NATO, yang sebenarnya merusak keseimbangan yang ada, termasuk pembentukan area posisi pertahanan rudal, penyebaran sistem peluncuran anti-rudal di Rumania dan negara-negara lain yang dekat dengan perbatasan kami. Ini adalah infrastruktur yang juga dapat digunakan untuk meluncurkan rudal serang," ungkap dia.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Peskov menambahkan bahwa situasi seperti itu menuntut langkah-langkah yang dapat menjamin keamanan Rusia dan akan menjamin kelanjutan dari paritas yang telah ditetapkan.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada Senin bahwa mereka berhasil meluncurkan uji coba rudal hipersonik Tsirkon pada target darat 350 kilometer jauhnya dengan kecepatan 7 Mach, atau tujuh kali kecepatan suara.

Menanggapi soal uji coba itu, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan rudal hipersonik baru Rusia berpotensi menyebabkan destabilisasi dan menimbulkan risiko yang signifikan karena mereka dapat membawa muatan nuklir.(AA)

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
rudal hipersonik AS NATO