Virus Corona Varian Delta Mulai Menyerang Negara Iran

Asrul | Rabu, 30/06/2021 12:46 WIB


Pejabat kesehatan di India telah memperingatkan bahwa itu dapat memicu gelombang ketiga virus. Seorang wanita mengenakan masker sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona (COVID-19) saat kehidupan sehari-hari berlanjut di negara itu di tengah pandemi COVID-19 di Teheran, Iran, pada 17 April 2021. [Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency]

Jakarta, katakini.com - Iran melaporkan bahwa varian Delta yang sangat menular dari virus corona, pertama kali ditemukan di India, terdeteksi pada lebih dari 10 orang pada Selasa (29/06) kemarin.

“Sayangnya, lebih dari 10 kasus varian Delta terdeteksi di Mashhad kemarin malam,” ujar Mehdi Kelyan, wakil rektor Universitas Ilmu Kedokteran Mashhad, dilansir Middleeast, Rabu (30/06).

Dia mengatakan tes dikirim ke Teheran untuk diperiksa. "Kami yakin kasus yang dimaksud adalah varian Delta, tetapi konfirmasi akhir harus dilakukan oleh Teheran," kata Kelyan.

Ada kekhawatiran bahwa varian Delta, yang digambarkan sangat mengkhawatirkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, akan segera menjadi tipe dominan secara global karena tingkat penularannya yang tinggi.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Varian Delta Plus terbentuk karena mutasi strain Delta, atau varian B.1.617.2, yang pertama kali ditemukan di India dan diyakini menjadi penyebab gelombang kedua mematikan di negara itu.

Baca juga :
Lestari Moerdijat Sebut Guru Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

Pejabat kesehatan di India telah memperingatkan bahwa itu dapat memicu gelombang ketiga virus.

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Varian Delta Warga Iran