Biden akan Minta Putin Hormati HAM Selama Pertemuan Jenewa

Asrul | Senin, 31/05/2021 06:12 WIB


Sejak menjabat, Biden telah memberlakukan sanksi baru terhadap Moskow atas apa yang dikatakan otoritas AS sebagai peran Rusia dalam serangan cyber besar-besaran SolarWinds dan berulang kali ikut campur dalam pemilihan presiden 2020. Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (foto:AFP)

Delaware, katakini.com - Presiden Joe Biden berjanji pada Minggu (30/5) untuk memberi tahu pemimpin Rusia Vladimir Putin pada pertemuan puncak Juni mereka bahwa Washington tidak akan membiarkan Moskow "menyalahgunakan" hak asasi manusia.

Pertemuan tatap muka dengan pemimpin Kremlin itu terjadi di tengah tingkat ketegangan yang tidak terlihat selama bertahun-tahun, dimana Washington sekarang mengubah ambisinya menjadi lebih dari sekadar membangun hubungan di mana kedua belah pihak saling memahami dan dapat bekerja sama di bidang-bidang tertentu.

"Saya akan bertemu dengan Presiden Putin dalam beberapa minggu di Jenewa, menjelaskan bahwa kami tidak akan - kami tidak akan berdiam diri dan membiarkan dia menyalahgunakan hak-hak itu," kata Biden dalam pidatonya di KTT, yang ditetapkan untuk 16 Juni.

Sejak menjabat, Biden telah memberlakukan sanksi baru terhadap Moskow atas apa yang dikatakan otoritas AS sebagai peran Rusia dalam serangan cyber besar-besaran SolarWinds dan berulang kali ikut campur dalam pemilihan presiden 2020.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Selain itu, Washington telah dengan keras mengkritik Moskow karena keracunan hampir mati dan pemenjaraan berikutnya terhadap salah satu lawan terbuka terakhir Putin, Alexei Navalny.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Ketegangan juga tinggi di Ukraina, di mana Rusia sudah mengendalikan petak-petak wilayah dan baru-baru ini mengerahkan pasukan di perbatasan dalam unjuk kekuatan baru.

Namun fokus lain adalah pada Belarus yang didominasi Rusia, yang menyebabkan kegemparan minggu ini setelah pihak berwenang memaksa sebuah pesawat yang lewat di atas untuk mendarat, kemudian menangkap lawan Presiden Alexander Lukashenko yang berada di atas kapal.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Sumber: Agensi/cna

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Rusia Vladimir Putin Amerika Serikat Joe Biden