Exxon Butuh Rp2,87 Triliun Untuk Pesangon 14 Ribu Karyawan

Akhyar Zein | Jum'at, 07/05/2021 07:01 WIB


Menurut keterbukaan informasi kepada bursa, Exxon akan menghabiskan lebih banyak biaya tahun ini daripada pada tahun 2020 karena rencana PHK itu. Logo Exxon Mobil di sebuah pompa bensin di Denver, Colorado, AS. (Foto: Reuters)

Katakini.com - Produsen minyak dan gas terbesar Amerika Serikat (AS), Exxon Mobil Corp, memperkirakan membutuhkan dana hingga $200 juta atau sekitar Rp2,87 triliun pada tahun ini terkait rencana perusahaan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). PHK tersebut dilakukan sebagai langkah untuk penghematan biaya.

Exxon telah memangkas biaya, menunda proyek-proyek dan mengatakan dapat mengurangi sekitar 14 ribu karyawan secara global, atau 15 persen dari seluruh pegawainya, termasuk kontraktor. Exxon membukukan kerugian pertamanya pada tahun lalu ketika pandemi Covid-19 menghantam permintaan energi dunia.

Menurut keterbukaan informasi kepada bursa, Exxon akan menghabiskan lebih banyak biaya tahun ini daripada pada tahun 2020 karena rencana PHK itu.

Arus kas keluar total akan menjadi antara $400 juta dan $600 juta, dibandingkan $47 juta tahun lalu.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Exxon mengatakan pengurangan pekerja harus "secara substansial selesai" pada akhir tahun, termasuk keluar secara sukarela dan tidak sukarela dan penggunaan lebih sedikit kontraktor. (BBG)

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Exxon Mobil Corp PHK kontraktor