24 Tewas Dalam Aksi Protes Anti Pemerintah di Kolombia

akhyar | Kamis, 06/05/2021 16:40 WIB


Namun, akhirnya, pada Minggu, dia menarik reformasi pajak yang diusulkan. Setidaknya 24 tewas dalam aksi protes anti pemerintah di Kolombia. (foto: HRW.org)

Katakini.com - Ribuan warga Kolombia, pada Rabu, 5 Mei, melanjutkan mogok nasional untuk memprotes pemerintah dan brutalitas polisi.

Orang-orang turun ke jalan kembali dan memprotes kebijakan Presiden Ivan Duque dan kekerasan polisi, yang telah menyebabkan banyak kematian dan korban luka-luka di negara itu.

Menurut sumber lokal, 24 orang --23 warga sipil dan satu petugas polisi-- tewas dalam aksi protes yang dimulai pada 28 April.
Sementara itu, sekitar 900 orang dilaporkan terluka dalam bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa di beberapa kota.

Meskipun aksi protes terus meningkat, Presiden Ivan Duque mengatakan dia akan melakukan revisi ruu yang kontroersial, namun menolak menarik seluruhnya.

Baca juga :
Lima Novel Karya Anak Bangsa yang Pas Dibaca di Akhir Pekan

Namun, akhirnya, pada Minggu, dia menarik reformasi pajak yang diusulkan.

Baca juga :
Hukum Membaca Al-Quran Bersama Satu Suara Menurut Ulama

Terlepas dari pengumuman tersebut, aksi protes baru sedang berlangsung di Bogota dan kota-kota besar lainnya, termasuk Cali, Medellin, Barranquilla, dan Cartagena.

Proposal itu dianggap oleh banyak orang sebagai undang-undang. Mereka percaya bahwa itu akan memiskinkan kelas menengah yang menderita selama pandemi.(AA)

Baca juga :
Daftar Sepuluh Film Terpopuler di Netflix Bulan Ini
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
memprotes brutalitas polisi reformasi pajak