482.400 Dosis Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia

Akhyar Zein | Jum'at, 30/04/2021 14:22 WIB


Indonesia juga menerima 6 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku pada hari ini Vaksin Sinovac dan Sinopharm tiba di Indonesia (foto: Youtube Setpres)

JAKARTA, Katakini.com - Indonesia menerima kedatangan perdana 482.400 dosis vaksin Covid-19 asal China, Sinopharm, Jumat, dalam bentuk jadi atau vial.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengungkapkan, sebanyak 6 juta dosis vaksin Sinovac dari China dalam bentuk bahan baku atau bulk juga telah tiba di Indonesia pada hari ini.

Dengan kedatangan vaksin tahap ke-10 ini, Indonesia telah menerima 65,5 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bulk dan 8,4 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi dari Sinovac, Sinopharm, dan AstraZeneca melalui skema Covax Facility.

“Vaksinasi nasional adalah salah satu upaya kita dalam mencari atau mencapai kekebalan kelompok, herd immunity,” ungkap Johnny dalam konferensi pers virtual, Jumat.

Baca juga :
"Super El Nino" Berpotensi Terjadi, Ilmuwan Sebut Bukan Ancaman Iklim Terbesar

Vaksin Sinopharm akan digunakan untuk program vaksinasi gotong royong, sementara vaksin Sinovac untuk program vaksinasi nasional dari pemerintah.

Baca juga :
Harga BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Anggota DPR Kritik Pertamina

Program vaksinasi gotong royong memungkinkan perusahaan membeli vaksin untuk karyawan dan keluarganya, di luar program vaksinasi pemerintah yang sedang berlangsung.

Meski demikian, pemerintah mewajibkan perusahaan menggratiskan vaksin tersebut untuk karyawan.

Baca juga :
Praktik Open Dumping Ditarget Berhenti 2026, Menteri LH Dorong Pemilahan Sampah

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah menerbitkan izin penggunaan masa darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Sinopharm, Kamis kemarin.

Dengan begitu, vaksin Sinopharm dapat segera digunakan pada program vaksinasi gotong royong.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, hasil uji klinis fase ketiga di Uni Emirat Arab menunjukkan vaksin ini memiliki efikasi sebesar 78 persen.

Penny mengatakan hanya ada 0,01 persen efek samping lokal ringan yang dilaporkan seperti bengkak, rasa sakit, dan kemerahan, sedangkan kejadian efek samping sistemik seperti sakit kepala, nyeri otot, diare, dan batuk hanya sebesar 0,1 persen.

“Jadi dari aspek keamanan vaksin ini baik kategorinya, dapat ditoleransi dengan baik,” ujar Penny dalam konferensi pers virtual, Jumat.

BPOM mengizinkan penggunaan vaksin Sinopharm pada orang dewasa berusia di atas 18 tahun, dengan pemberian dua dosis dalam durasi 21 hari hingga 28 hari.(AA)

 
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Sinopharm dosis vaksinasi gotong royong