UNHCR: 280 Pengungsi Rohingya Tinggalkan Aceh

Akhyar Zein | Senin, 08/02/2021 12:58 WIB


UNHCR menerangkan dari sekitar 400 warga Rohingya yang datang ke Aceh pada Juni dan Septmber 2020, kini hanya bersisa 111 orang Imigran Rohingnya yang terdampar di Lhokseumawe. (Foto: AJNN )

Katakini.com - Badan Pengungsi PBB atau UNHCR menyampaikan 280 warga Rohingya yang berada di Aceh telah meninggalkan tempat penampungan dalam beberapa bulan terakhir.

UNHCR menerangkan dari sekitar 400 warga Rohingya yang datang ke Aceh pada Juni dan Septmber 2020, kini hanya bersisa 111 orang.

Meskipun UNHCR tidak dapat mengonfirmasi lokasi para Rohingya yang pergi, sebagian besar pengungsi Rohingya sebelumnya mengatakan memiliki pertalian keluarga di Malaysia dan bermaksud bergabung dengan keluarga mereka di sana.

“Pengungsi seringkali menempuh jalur ireguler dan jalur yang beresiko karena tidak adanya pilihan jalur yang sesuai hukum bagi mereka untuk mencari keselamatan dan bersatu dengan keluarganya,” rilis pernyataan UNHCR kepada Anadolu Agency pada Senin.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Staff UNHCR dan organisasi mitra yang berada di lokasi penampungan di Lhokseumawe, telah berulang kali memberikan konseling kepada pengungsi mengenai resiko dari perjalanan ireguler, termasuk risiko menggunakan jaringan penyelundup.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

UNHCR berharap negara – negara di kawasan Asia Tenggara akan mengekspansi akses jalur yang sesuai hukum, termasuk melalui penyatuan keluarga, skema mobilitas pendidikan dan tenaga kerja.

“Hal ini akan membantu membatasi perpidanan ireguler di kawasan, mencegah pelanggaran hak asasi manusia yang lebih lanjut serta hilangnya nyawa,” terang UNHCR.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

--Minim pengamanan

Sementara itu Ketua PMI Lhokseumawe Muhammad Waly mengakui para pengungsi telah melarikan diri ke Malaysia.

“Pemicu mereka banyak melarikan diri ke Malaysia lantaran sudah ada yang sampai ke sana dan mengiming-imingkan hal yang bagus,” ujar Waly kepada Anadolu Agency pada Senin.

Waly juga menilai lemahnya pengamanan menjadi faktor lainnya yang membuat para pengungsi meninggalkan kamp pengungsi di Aceh.

Kondisi ini, jelas Waly, terjadi sejak penyerahan kamp penampungan pemerintah diserahkan kepada pihak UNHCR.

“Semua keamanan di kamp sudah tidak ada lagi pihak militer yang berjaga,” ujar Waly.

Waly mengatakan PMI bersama para NGO saat ini masih memberikan pelayanan kepada para pengungsi yang tersisa

“Yang tersisa dalam kondisi baik, di kamp sudah ada shelter dan setiap hari ada dokter jaganya,” ungkap Waly.

Waly mengatakan PMI baru saja selesai membangun tempat penampungan, laterine, dan area bermain anak.

“Untuk kedepannya masih dalam proses perencanaan program livelihood, restoring family link, dan pelayanan Kesehatan,” ucap dia.(Anadolu Agency)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
warga Rohingya keluarga di Malaysia ada shelter