Jawa Tengah Tutup Pusat Ekonomi Akhir Pekan Ini

Akhyar Zein | Kamis, 04/02/2021 05:48 WIB


Langkah ini harus diikuti pengawasan serta memperbanyak tes serta tracing Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menerbitkan surat edaran gerakan Jateng Di Rumah Saja yang berlaku pada 6-7 Februari 2021/ Gerakan tersebut mengharuskan tempat-tempat publik tutup dan masyarakat tetap di rumah untuk tekan penyebaran kasus Covid-19.

Katakini.com -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan menutup seluruh pusat aktivitas ekonomi dan tempat wisata provinsi tersebut pada akhir pekan ini untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Dalam surat edarannya, Ganjar mengatakan penutupan tempat-tempat tersebut adalah bagian dari “Gerakan Jateng di Rumah Saja” yang akan dilaksanakan pada 6-7 Februari mendatang.

“Ini adalah gerakan untuk memutus transmisi dan menekan penyebaran Covid-19 dengan cara tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas luar,” ujar surat tersebut.

Surat tersebut memerintahkan untuk menutup toko, mal, pasar dan destinasi wisata.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Selain itu car free day yang digelar setiap Minggu juga ditiadakan, demikian juga kegiatan yang memunculkan potensi kerumunan dilarang.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Kemudian hajatan dan pernikahan warga hanya diperbolehkan dengan tidak mengundang tamu.

Pemerintah menurut surat tersebut, juga akan mendorong penambahan ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

“Tempat tidur isolasi minimal 30 persen dari ketersediaan tempat tidur dan ICU minimal 15 bed,” ujar Ganjar.

Epidemiolog UGM Bayu Satria mengatakan penutupan pasar cukup tepat menyasar pusat penyebaran karena pasar merupakan tempat aktivitas pertemuan manusia tertinggi dan pengunjungnya sering tidak taat protokol kesehatan.

“Program ini bagus jika dibarengi dengan pengetatan pengawasan di tempat umum lain plus di rumah warga,” ujar dia.

“Serta menggalakkan tes dan tracing.”

Menurut Bayu, jika hanya menutup tempat wisata dan pasar saja maka warga akan tetap keluar rumah dan bertemu orang lain jika tidak diperketat pengawasannya.

“Kondisi sekarang ini bisa diperkirakan jumlah orang tanpa gejala yang tidak tertangkap sistem surveilans Covid-19 sudah cukup tinggi,” ujar dia.(Anadolu Agency)


Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ganjar Pranowo Covid 19 tempat wisata dan pasar