Robot Humanoid Sophia Diproduksi Massal di Tengah Pandemi

Akhyar Zein | Senin, 25/01/2021 09:38 WIB


Hanson percaya solusi robotik untuk pandemi tidak terbatas pada perawatan kesehatan, tetapi juga dapat membantu pelanggan di sejumlah industri, seperti ritel dan maskapai penerbangan. Robot humanoid Sophia

Katakini.com - Perusahaan pembuat robot humanoid Sophia, yang diperkenalkan pada 2016, berencana untuk memproduksi robot tersebut secara massal pada akhir tahun.

Hanson Robotics, yang berbasis di Hong Kong, mengatakan empat model, termasuk Sophia, akan mulai diluncurkan pada paruh pertama 2021, tepat ketika para peneliti memperkirakan pandemi akan membuka peluang baru bagi industri robotika.

"Dunia COVID-19 akan membutuhkan lebih banyak otomatisasi untuk menjaga keamanan orang," kata pendiri dan kepala eksekutif Hanson Robotics, David Hanson, dikutip dari Reuters, Senin.

Hanson percaya solusi robotik untuk pandemi tidak terbatas pada perawatan kesehatan, tetapi juga dapat membantu pelanggan di sejumlah industri, seperti ritel dan maskapai penerbangan.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Robot Sophia dan Hanson unik karena sangat mirip dengan manusia," tambahnya. "Robot itu bisa sangat berguna selama masa-masa ketika orang-orang sangat kesepian dan terisolasi secara sosial.”

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Hanson menargetkan untuk menjual "ribuan" robot pada 2021, baik besar maupun kecil, tanpa memberikan ukuran tertentu.

Profesor robotika sosial, Johan Hoorn, yang meneliti Sophia, mengatakan bahwa meskipun teknologinya masih dalam tahap awal, pandemi dapat mempercepat hubungan antara manusia dan robot.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

"Saya dapat menyimpulkan pandemi sebenarnya akan membantu kita mendapatkan robot lebih awal di pasaran, karena orang mulai menyadari bahwa tidak ada cara lain," kata Hoorn, dari Universitas Politeknik Hong Kong.

Hanson Robotics meluncurkan robot tahun ini bernama Grace, yang dikembangkan untuk sektor perawatan kesehatan.

Produk dari pemain besar lainnya di industri juga membantu saat pandemi. Robot Pepper milik SoftBank Robotics dikerahkan untuk mendeteksi orang yang tidak memakai masker.

Di China, perusahaan robotika CloudMinds membantu mendirikan rumah sakit lapangan yang dijalankan oleh robot selama wabah virus corona di Wuhan.

Penggunaan robot sedang meningkat sebelum pandemi. Menurut laporan International Federation of Robotics, penjualan robot layanan profesional di seluruh dunia melonjak 32 persen menjadi 11,2 miliar dolar AS antara 2018 hingga 2019.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
robotika mempercepat hubungan Grace