Ternyata, Varietas Kedelai Lokal Lebih Unggul Ketimbang Impor

| Rabu, 13/01/2021 19:14 WIB


Varietas Anjasmoro mempunyai kualitas fisik setara dengan kedelai impor (ukuran dan warna biji, Red). Tampak petani berjalan di ladang kedelainya (Foto: AFP)

Jakarta, Katakini.com - Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) sudah melahirkan ratusan varietas kedelai yang tak kalah dengan komoditas impor.

"Sejak tahun 1918 hingga sekarang sudah lebih dari 100 varietas kedelai, selama kurun waktu 10 tahun terakhir ada 27 varietas kedelai," ujar Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Priatna Sasmita kepada Jurnas.com, Jakarta Rabu (13/1).

Di antara ratusan varietas tersebut, varietas Anjasmoro mempunyai kualitas fisik setara dengan kedelai impor (ukuran dan warna biji, Red). Pilihan lainnya, ada varietas Grobogan, Dega 1, Devon 1, Devon 2, Dena 1, Detap 1 dan masih banyak lagi.

Menurut Priatna, kelebihan varietas lokal tersebut tidak memerlukan lahan dan media tanam khusus karena sudah didesain sesuai dengan semua lahan yang ada di Indonesia.

Baca juga :
Sejak Genosida 2023 Lalu, Lebih dari 9.500 Warga Palestina Dilaporkan Hilang

"Untuk kondisi optimal, seperti tidak mengalami kelebihan dan kekurangan air, sinar matahari cukup tidak ada naungan, nutrisi tercukupi, Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan gulma terkendali produksi bisa mencapai 3,5 ton per hektare.

Baca juga :
Begini Urutan Perjalanan Manusia Setelah Hari Kiamat

Untuk lama waktu yang dibutuhkan memanen kedelai lokal tersebut membutuhkan sekitar 76 – 85 hari atau sekitar 3 bulan. Jauh lebih cepat dibandingkan kedelai impor yang membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

Dari sisi keunggulan, kedelai lokal tidak kalah dibanding kedelai impor. Berikut keunggulannya;

Baca juga :
Asal-usul dan Makna di Balik Peringatan Hari Keju Sedunia Setiap 4 Juni

Tahu
• Rendemen tahu lebih tinggi
• Tidak mengalami susut volume setelah penggorengan
• Rasa lebih gurih, nilai nutrisi lebih tinggi (kedelai lokal lebih fresh, protein lebih tinggi sehingga cita rasa lebih gurih)
• Non GMO

Tempe
• Rendemen lebih tinggi
• Tidak mengalami susut volume setelah penggorengan
• Rasa lebih gurih, nilai nutrisi lebih tinggi (kedelai lokal lebih fresh, protein lebih tinggi sehingga cita rasa lebih gurih)
• Non GMO

Kecap
• Protein kedelai hitam lebih tinggi daripada kedelai impor, sehingga kandungan protein kecapnya lebih tinggi.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kedelai Lokal Kedelai Impor Balitbangtan Kementan Priatna Sasmita