Digitalisasi Sekolah Nadiem Dikritik, Pengamat: Itu Pembagian Laptop

| Sabtu, 14/11/2020 19:06 WIB


Menurut dia, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim seharusnya terlebih menyelesaikan tiga masalah yang ada di akar rumput secara bersamaan, yakni infrastruktur, infostruktur, dan infokultur. Praktisi pendidikan Indra Charismiadji (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, katakini.com - Direktur Eksekutif Center for Education Regulations and Development Analysis (Cerdas) Indra Charismiadji mengkritik program digitalisasi sekolah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), yang akan membagikan laptop ke sekolah, utamanya sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terpencil).

Menurut dia, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim seharusnya terlebih menyelesaikan tiga masalah yang ada di akar rumput secara bersamaan, yakni infrastruktur, infostruktur, dan infokultur.

Sebab, lanjut Indra, apabila pembagian laptop dilakukan tanpa penyelesaian pada tiga hal tersebut, maka digitalisasi sekolah semacam itu akan sia-sia.

"Nah kalau sekarang hanya bicara pemberian laptop dan access point itu namanya bukan digitalisasi pendidikan, artinya pembelian laptop," kata Indra di Jakarta pada Sabtu (14/11).

Baca juga :
Mengapa Islam Sangat Menekankan Kejujuran Dalam Berdagang?

"Kalau kita bicara pemberian laptop dari zamannya sebelum Pak Nuh itu sudah kasih laptop. Dari jaman Pak Bambang Sudibyo sudah kasih laptop. Jadi jangan sampai ganti baju saja," sambung dia.

Baca juga :
Utang Kecil Ini Ternyata Sangat Mengganggu Ketenangan Hidup

Indra menjelaskan, sampai saat ini infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Internet dan listrik belum merata di berbagai daerah.

"Beberapa kali saya temukan pernah kejadian, sekolah dikasih komputer tapi listriknya tidak ada. Mau mencolok di mana," ujar dia.

Baca juga :
Ketika Bos Tidak Adil, Bagaimana Sikap Seorang Muslim?

"Kemudian infostruktur. Bagaimana informasi itu bisa terstruktur," lanjut Indra.

Infokultur tidak kalah penting. Indra mengatakan, kultur mengajar dengan pola digital dengan mengajar tatap muka atau konvensional sangat berbeda.

"Gurunya juga harus disiapkan memahami pedagogi digital. Kulturnya. Siswanya pun juga begitu, mengenal yang namanya syncrounus dan asyncrounus learning. Bukan hanya sinkronus aja," tegas Indra.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Digitalisasi Sekolah Indra Charismiadji Kemdikbud