Mahasiswa Unhan Tinjau KRI Makassar, Kontemplasi Kekayaan Maritim Indonesia

Asrul | Sabtu, 14/11/2020 13:12 WIB


Tidak ada negara yang bisa survive (bertahan) tanpa sebuah kekuatan militer yang handal. Mahasiswa S3 Unhan Hasto Kristiyanto di KRI Makassar

Jakarta, katakini.com - Para mahasiswa S3 Cohort 3 Universitas Pertahanan (Unhan) melakukan tinjauan di atas kapal KRI Makassar-590 di Tanjung Priok, Sabtu, (14/11/2020).

Salah satu mahasiswa doktoral Unhan peserta kegiatan itu, Hasto Kristiyanto, mengatakan tinjauan ke dalam kapal perang dilakukan untuk menegaskan pentingnya laut sebagai halaman depan NKRI.

"Kesadaran sebagai Bangsa Maritim sangat penting. Semangat Jalesveva Jaya Mahe terus berkomandang, menjemput tugas sejarah Indonesia sebagai pemimpin di antara bangsa-bangsa,” ujar Hasto.

Seken DPP PDI Perjuangan menjelaskan, mau tidak mau sebuah pengembangan ilmu pengetahuan teknologi akan mencapai tahap revolusi dan banyak yang dikembangkan dari paradigma security defense.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

“Salah satu tugas kelompok kami adalah Evaluating the Revolution in Military Affairs (RMA) Index of Armed Forces. Tugas tersebut sangat menarik. Menggambarkan bagaimana revolusi teknologi diterapkan di milter,” paparnya.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Lebih lanjut, Hasto berpandangan, tidak ada negara yang bisa survive (bertahan) tanpa sebuah kekuatan militer yang handal. Apalagi Indonesia telah memiliki konsepsi sistem pertahanan rakyat semesta.

Pemahaman ini, jelas Hasto, harus menjadi motivasi, sebab Singapura saja sudah mengembangkan doktrin integrated knowledged-based command and control untuk meningkatkan pertahanannya.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Konsepsi pertahanan Indonesia pun, jelas Hasto, harus bertitik tolak dari pandangan geo-politik Indonesia untuk dunia, yang dijalankan secara terintegrasi antara diplomasi luar negeri dan pertahanan.

Pada saat bersamaan konsolidasi industri pertahanan harus dijalankan, dengan mendorong akuisisi dan pengembangab teknologi pertahanan yang sesuai dengan kondisi geografis, sejarah, dan falsafah bangsa.

"Universitas Pertahanan harus menjadi center of excellence, pusat research pertahanan terkait dengan segala hal ikhwal keseluruhan aspek pertahanan, menjadi pusat kajian ilmu pertahanan khas Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia," tandasnya.

Sementara itu Komandan KRI Makassar-590 Letkol Laut (P) Hariono menyambut baik kunjungan para mahasiswa doktoral Unhan di kapal komandonya.

"Saya selaku komandan KRI Makassar-590 mengucapkan selamat datang dari perwira senior sekalian dari S3 Unhan, kehormatan bagi kami bisa dikunjungi. Perlu diketahui KRI Makassar-590 ini buatan Korea Selatan tahun 2007," kata Hariono.

Diawali dengan rapid test, Hasto dan rombongan diajak Hariono bersenam bersama di atas helipad KRI Makassar-590.

Meski cuaca mulai menyengat, semua bersemangat. Diawali dengan senam kesegaran jasmani diiringi musik yang mengiringi, populer disingkat SKJ yang terkenal di era 80-an.

"Senam jamannya Pak Hasto ini," rekan Hasto berceletuk. Sontak terdengar tawa membahana. Hasto pun tergelak atas candaan tersebut. Mengikuti instruktur senam, mereka lanjut dengan joget diiringi lagu Poco-poco. Sekitar 20 menit senam dan joget, diakhiri dengan dialog dan foto bersama.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
KRI Makassar Geo Politik Maritim Universitas Pertahanan