Ketua AAEI Optimistis Harga BRIS Bisa Capai Rp2.800

Asrul | Sabtu, 24/10/2020 18:30 WIB


 Bank Mandiri yang merupakan bank hasil merger empat bank, yakni Bank Exim, Bank Bumi Daya, Bapindo, dan Bank Dagang Negara pada 1999. Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI),Edwin Sebayang. (Foto: Ist)

Jakarta, katakini.com - Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), menilai harga saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) saat ini belum mahal.

Ketua Umum AAEI, Edwin Sebayang menerangkan bahwa perhitungan harga wajar BRIS setelah merger atau proses difusi sekitar Rp1.900-an.

"Jadi kejatuhan saham BRIS saat ini adalah suatu kesempatan melakukan pembelian saham tersebut. Saya optimistis kedepannya saham BRIS bisa mencapai minimal Rp 2.800-an," ujarnya.

Ia mencontohkan, Bank Mandiri yang merupakan bank hasil merger empat bank, yakni Bank Exim, Bank Bumi Daya, Bapindo, dan Bank Dagang Negara pada 1999.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Saat masuk bursa dan mulai mencatatkan sahamnya di bursa efek pada 2003, lanjut dia, harga sahamnya hanya Rp675 per saham. "Sekarang, harga saham BMRI sudah mencapai Rp5.525," kata Edwin.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Harga Saham Harga BRIS Edwin Sebayang