Provokasi Aksi di Medsos, 3 Orang Diamankan Polisi

Syafira | Selasa, 20/10/2020 11:07 WIB


Tiga orang provokator aksi melalui media sosial diamankan Polda Metro Jaya. Siapa mereka? Peserta aksi beberapa waktu lalu. (Foto : Jurnas/Ist).

Jakarta, katakini.com- - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang yang berperan sebagai provokator untuk mengajak para pelajar melakukan kericuhan di demo UU Cipta Kerja. Ketiga orang tersebut terbukti telah melakukan hasutan dan berita bohong terkait ajakan untuk berbuat kerusuhan.

"Pertama mengamankan dua orang, khususnya yang (mengajak pelajar) STM ya. 2 orang ini karena ditemukan dalam grup Facebook bernama STM se-Jabodetabek dengan follower-nya sekitar 20 ribu members. Kedua orang ini adalah admin dari grup itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (20/10/2020).

Kedua orang tersebut diketahui masih berusia remaja dan berstatus pelajar. Tersangka pertama berinsial MLAI (16) merupakan pelajar salah satu SMK di Jakarta.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000
"Dilakukan penangkapan di daerah Klender Jakarta Timur. Konten Facebook STM se-Jabodetabek dia adminnya dan melanggar UU ITE. Tujuannya dia memprovokasi, menghasut ujaran kebencian, meme-meme dan juga video-video yang dia sebarkan untuk memancing mereka-mereka semua STM se-Jabodetabek berbuat rusuh, termasuk tanggal 20 besok," terang Yusri.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban
Tersangka kedua, lanjut Yusri, berinisial WH (16) seorang pelajar SMK dan seorang anarko. Remaja tersebut diamankan di daerah Cipinang, Jakarta Timur. Sama seperti tersangka sebelumnya, Yusri mengatakan WH berperan menyebarkan hasutan, ujaran kebencian, dan berita-berita bohong kepada pelajar untuk melakukan aksi kerusuhan.

"Inilah orang-orang yang mengajak pelajar datang tanggal 8 (Oktober), tanggal 13 (Oktober), diundang lagi tanggal 20 (Oktober) untuk melakukan kerusuhan ya," jelas Yusri.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Selain mengamankan dua orang yang mengajak pelajar berbuat kerusuhan, polisi juga turut mengamankan satu orang yang berperan sebagai provokator bagi para kelompok anarko. Yusri mengatakan tersangka tersebut berinisial SN (17) diamankan di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat. 

"Konten medsosnya ini melanggar UU ITE di akun IG. Dia admin di akun IG @panjang.umur.perlawanan akunnya. Dia memprovokasi, menghasut, ujaran kebencian dan berita bohong di medsos untuk mengundang para anarko-anarko untuk melakukan kerusuhan, selain tanggal 8 Oktober dan 13 Oktober, besok dia juga mengajak lagi sudah bikin lagi," beber Yusri. 

Kini ketiga tersangka tersebut telah diamankan di Polda Metro Jaya. Penyidik masih terus mendalami keterangan para tersangka dan menggali kemungkinan adanya tersangka lain.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Provokator Aksi Polda Metro Yusri Yunus