Pengamat: Gatot dan KAMI Makin Populer Jika Terus Ditekan

Tim Cek Fakta | Jum'at, 02/10/2020 18:45 WIB


Upaya pembungkaman pada Gatot yang kencang mengangkat isu kebangkitan PKI, sangat mungkin mendapatkan rasa kasihan masyarakat. Mantan KSAD Jenderal (Purn) TNI AD Gatot Nurmantyo saat membacakan salah satu dari 8 tuntutan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Katakini.com - Aksi represi dan penghalangan terhadap Gatot Nurmantyo (GN) dan gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang akhir-akhir ini kerap terjadi justru dinilai bakal memantik simpati publik.

``Jika GN ditekan terus dan dihalangi-halangi terus oleh kelompok yang berafiliasi dengan pemerintah, bisa saja GN akan mendapat simpati publik. Termasuk simpati dari masyarakat kelas bawah,`` kata Pengamat Politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin di Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Ujang menjelaskan, rakyat bawah Indonesia acapkali tak melek literasi politik. Sehingga upaya pembungkaman pada Gatot yang kencang mengangkat isu kebangkitan PKI, sangat mungkin mendapatkan rasa kasihan masyarakat, khususnya bila Gatot mendapat tekanan dari penguasa. Juga malah makin mengangkat nama mantan Panglima TNI itu.

``Jika GN didzolimi terus-menerus, maka secara berlahan popularitas dan elektabilitasnya bisa naik. Rakyat, termasuk yang tak melek literasi akan simpati pada orang yang terdzolimi,`` ujar doktor politik dari Universitas Indonesia ini.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Pemilu 2024 masih jauh. Namun, terang mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Pidana Politik Islam UIN Bandung itu, justru menguntungkan Gatot Nurmantyo karena ia memiliki waktu yang cukup untuk menaikkan namanya. Dalam artian, ada waktu yang banyak untuk menggelar dukungan.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Jika gerakan KAMI membesar dan Gatot makin populer, Ujang memprediksi, nama Gatot bakal makin seksi dan menarik minat partai yang berideologi sama untuk meminangnya dalam konstelasi, seperti PKS.

``Kemungkinan dari partai-partai yang berbasis Islam seperti PKS,`` ujar pengajar di Universitas Al Azhar Indonesia ini.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Gatot Nurmantyo KAMI PKI