
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Katakini.com - Lumbung Ikan Nasional (LIN) dianggap hanya akal-akalan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo dan untuk kepentingan elite di Maluku.
"Pak Menteri datang bicara tentang masalah perikanan, namun pemilik sah perikanan terbesar di Maluku tidak dilibatkan sama sekali. Bahkan sampai hari ini hasil laut orang Aru lagi dikuras oleh negara melalui keputusan mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti tentang penempatan 1.100 kapal tangkap yang beroperasi di laut Aru," kata Tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru Wahab Mangar di Jakarta, Senin (31/8/2020).
Ketua DPD Kabupaten Aru Partai Gelora ini mengatakan, atas kebijakan Pemerintah Pusat lewat Menteri KKP, nelayan Aru makin sulit mendapat hasil tangkapan seperti dahulu karena sudah dikuras oleh kapal-kapal besar yang diizinkan oleh Menteri Edy.
"Nelayan lokal kami sulit mendapat hasil tangkapan yang sebagaimna dulu, karena dikuras habis oleh nelayan kapal besar. Yang membuat kami tersinggung saat Menteri KKP hadir dengan bangga, dan senyum manis membagi bantuan buat kabupaten lain yang bahkan lautnya tidak dikuras sama sekali, tapi malah dapat bantuan dan diprioritaskan," ucapnya.
Lebih lanjut, praktisi hukum ini menuding, keputusan Menteri KKP memberikan LIN bukan untuk masyarakat, tetapi kepada para elite dan merugikan nelayan kecil setempat.
Jum'at, 10/04/2026