IHSG Anjlok 2,5 Persen, Ini Penyebabnya

Budi Wiryawan | Senin, 03/08/2020 17:05 WIB


IHSG anjlok 2,57 persen ke level 5.017,362 pada akhir sesi I pada Senin (3/8/2020), setelah bergerak di rentang 4.928,47 - 5.157,27 Ilustrasi IHSG

Katakini.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam hari ini, Senin (3/8/2020). Otoritas pasar modal PT Bursa Efek Indonesia mengungkapkan risiko resesi perekonomian kawasan Asean termasuk Indonesia beri sentimen negatif terhadap IHSG.

IHSG anjlok 2,57 persen ke level 5.017,362 pada akhir sesi I pada Senin (3/8/2020), setelah bergerak di rentang 4.928,47 - 5.157,27. Sebanyak 407 saham terkoreksi, 43 menguat, dan 118 stagnan.

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengungkapkan tekanan pasar pada sesi pertama disebabkan perhatian mengenai potensi resesi di negara Asean termasuk Indonesia. Bursa mencatat sebanyak 79 saham terkena auto rejection bawah (ARB).

"[Penyebab tekanan pasar] concern mengenai potensi resesi di negara Asean termasuk Indonesia," ujar Laksono, Senin (3/8/2020).

Baca juga :
7 Gunung di Indonesia yang Dilarang untuk Pendakian

Mengutip data World Economy Outlook dari IMF dan Bloomberg yang diolah Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 diperkirakan -3,1 persen.

Baca juga :
DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Akan Jadi Alat `Abuse of Power` Aparat

Adapun, negara tetangga seperti Singapuran dan Malaysia masing-masing kontraksi -6,8 persen dan -8 persen.

 

Baca juga :
Ini Enam Kisah Mistis Gunung Gede Jawa Barat
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
IHSG BEI Resesi Ekonomi