BPS: "Deflasi Juli 2020 0,10 Persen"

Budi Wiryawan | Senin, 03/08/2020 16:35 WIB


Deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,09 persen dan terendah di Padang Sidempuan Gunungsitoli, Bogor dan Bekasi sebesar 0,01 persen Kantor Pusat BPS (Istimewa)

Katakini.com - Selama Juli 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi sebesar 0,10 persen month to month (mtm) dan inflasi tahunannya sebesar 1,54 persen year on year (yoy).

Adapun, inflasi tahun kalender per Juli 2020 sebesar 0,98 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan deflasi ini masih jauh di bawah inflasi Juli 2019 sebesar 0,31 persen.

"Bawang merah 0,11 persen dan penurunan harga ayam ras 0,04 persen. Ketiga, bawang putih memberikan andil deflasi 0,03 persen," ungkap Suhariyanto.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Adapun, perkembangan tahunannya, inflasi IHK di Indonesia terus menurun dari awal tahun hingga Juli 2020.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Dari 90 kota IHK, sebanyak 61 kota mengalami deflasi dan 29 kota mengalami inflasi

Deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,09 persen dan terendah di Padang Sidempuan Gunungsitoli, Bogor dan Bekasi sebesar 0,01 persen.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Adapun, inflasi tertinggi dicetak oleh Timika sebesar 1,45 persen, disumbang oleh kenaikan tarif angkutan udara. Inflasi terendah terjadi di Jember sebesar 0,01 persen

Dari kelompok pengeluaran, makanan, minuman dan tembakau mengalami deflasi 0,73 persen dengan andil 0,19 persen. Selain itu kelompok transportasi mengalami deflasi 0,17 persen dengan andil 0,02 persen.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Deflasi BPS Suhariyanto Inflasi