Aksi Tewasnya Kulit Hitam, Amerika Kerahkan Garda Nasional

Ananda Nurrahman | Minggu, 31/05/2020 19:54 WIB


Aparat menyampaikan demonstran melanggar barikade keamanan, melemparkan botol air ke polisi dan meneriakkan slogan-slogan kecaman kepada Presiden Donald Trump. Aksi Massa protes kematin George Floyd (GoNews)

Katakini.com -  Aksi protes tewasnya pria kulit hitam, George Floyd yang mati karena dicekik oleh polisi kulit putih terus berlangsung di Amerika Serikat. Enam orang ditangkap selama aksi protes tersebut.

Di hari keli, aksi menempati posisi di seberang Taman Lafayette yang berlokasi di seberang Gedung Putih. Ribuan orang, termasuk warga kulit putih dan Muslim, berkumpul pada Sabtu malam.

Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel "Saya tidak bisa bernafas," "Black Lives Matter," dan "No Justice, No Peace," sebagai bentuk protes. Polisi menggunakan gas air mata untuk memukul mundur demonstran.

Aparat menyampaikan demonstran melanggar barikade keamanan, melemparkan botol air ke polisi dan meneriakkan slogan-slogan kecaman kepada Presiden Donald Trump.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Protes pertama meletus setelah Floyd, 46, meninggal setelah Derek Chauvin berlutut di lehernya di Minneapolis, Minnesota, Senin.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Chauvin, 44, ditangkap Jumat dengan dakwaan melakukan pembunuhan tetapi itu tidak memadamkan amarah atas kebrutalan dan kekerasan polisi.

Tiga petugas polisi lainnya, yang terlibat dalam kematian Floyd, dipecat bersama dengan Chauvin tetapi belum didakwa.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Para pengunjuk rasa menuntut penangkapan tiga perwira lainnya dan keadilan bagi Floyd serta diakhirinya kebrutalan polisi terhadap warga kulit hitam.

Protes pada Sabtu menyebar ke California, New York, Texas, Massachusetts, Kentucky, Georgia, Illinois, Michigan, dan Washington.

Setelah protes di Texas, Gubernur Gregg Abbott mengaktifkan Garda Nasional dan menyatakan, "kekerasan dan penjarahan tidak akan ditoleransi."

Di lebih dari 30 kota termasuk Los Angeles, Chicago, Atlanta dan Seattle, pihak berwenang memberlakukan jam malam untuk menghalau demonstrasi.

Di New York City, pengunjuk rasa berbaris di Harlem dan memblokir jalan raya di sepanjang Sungai East Manhattan, menurut beberapa laporan.

Departemen Kepolisian New York dilaporkan melakukan lebih dari 200 penangkapan setelah protes Jumat malam.

Di Nashville, polisi memberlakukan jam malam pada Sabtu setelah protes berubah menjadi kekerasan dan Balai Kota dibakar.

Secara terpisah, walikota kota Minneapolis mengatakan kepada wartawan sebagian besar demonstran yang melakukan kekerasan bukan penduduk Minneapolis dan St. Paul.

"Kami telah melihat lembaga masyarakat terbakar. Dan saya ingin menjadi sangat, sangat jelas. Orang-orang yang melakukan ini bukan penduduk Minneapolis," ujar Walikota Minneapolis Jacob Frey mengatakan dalam konferensi pers pada Sabtu.

Trump mengatakan aksi solidaritas Floyd tidak boleh dilakukan dengan aksi penjarahan. "Apa yang sekarang kita lihat di jalan-jalan kota kita tidak ada hubungannya dengan keadilan atau perdamaian."

Sumber: Anadolu Agency

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
George Floyd Polisi Amerika Anti Rasis